Monday, 24 September 2018

Hendak Tawuran, Pelajar Bawa Jimat Kebal Senjata Tajam

Selasa, 24 April 2018 — 18:54 WIB
Pelajar yang membawa jimat (yopi)

Pelajar yang membawa jimat (yopi)

BOGOR  – Sebanyak 26 pelajar satu SMK di Cibinong diketahui hendak tawuran, dan di antara mereka ternyata membawa jimat saat akan tawuran. Itu diketahui setelah kawanan pelajar diamankan kepolisian unit Sabhara Polres Bogor, Selasa (24/4/2018).

Dari tas mereka, petugas menyita delapan clurit ukuran besar. Beberapa pelajar ini juga membawa jimat kebal anti bacok senjata tajam. Sebagai contoh, A (16) satu pelajar, pelajar  SMK,  yang menyimpan jimat dalam dompetnya.

Ia  mengaku, bulu kuda, liontin, kecap bercampur oli, biji buah pegunungan dan tulisan mantra dalam dompetnya, merupakan bekal dirinya kebal dari bacokan senjata lawan saat taeuran.
“Ini semua mantra anti bacok pak,” kata A saat berada dilapangan Mapolres Bogor.

barang

Pengakuan mengejutkan datang dari R (16), pelajar rekan A. Ia mengaku, dua senjata tajam jenis clurit yang dibawa, ia pesan dari seorang penempa besi. Clurit yang ia bayar biaya pembuatannya sebesar Rp 35 ribu ini, dibawa, jika sudah bersepakat dengan sekolah lain untuk tawuran.

“Kalau nggak tawuran, saya nggak bawa. Kalau sudah janjian mau tawuran, baru saya pulang rumah untuk ambil clurit. Bapak saya nggak tau,” katanya  yang sudah menjadi piatu beberapa tabun setelah ibunya meninggal dunia.

Puluhan pelajar ini ditangkap  di Gang Kancil Cibinong saat hendak tawuran dengan SMK lain di Cibinong. Kapolres Bogof, AKBP Andi M Dicky Pastika mengatakan, empat dari mereka yang membawa senjata tajam, akan diproses sesuai undang-undang darurat.

Senjata tajam yang dibawa pelajar ini, diakui AKBP Dicky, akan digunakan untuk menyerang lawan saat tawuran. “Ada empat yang bawah clurit akan di proses dengan undang-undang darurat. Ada juga yang bawa jimat. Ada-ada saja mereka ini,” ujarnya. (yopi/win)