Wednesday, 26 September 2018

Rahasia Sukses Promosi Kemenpar Terkuak di XYZ Day 2018

Rabu, 25 April 2018 — 21:51 WIB
Branding Wonderful Indonesia. (dok. Kemenpar)

Branding Wonderful Indonesia. (dok. Kemenpar)

JAKARTA – Melalui branding Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sukses mempromosikan pariwisata Indonesia ke penjuru dunia. Wisatawan mancanegara berdatangan ke Indonesia. Rahasia sukses itu dibeberkan dalam panel diskusi XYZ Day 2018, di Senayan City, Rabu (25/4/2018).

Pemaparan dilakukan Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Kemenpar Don Kardono, kepada 700 audience. Menurutnya, salah satu kunci sukses promosi Kemenpar adalah memaksimalkan media digital.

“Saat ini, kita sangat gencar menggunakan digital media sebagai salah satu platform untuk menggerakkan promosi pariwisata. Kami pun membangun komunitas netizen dengan harapan mereka bisa ikut. mempromosikan destinasi prariwisata,” ujar Don Kardono.

Don Kardono juga menjelaskan alasan memilih promosi melalui media digital. Menurutnya, Kemenpar kini memiliki 100 Calendar Of Event yang bisa dijual ke luar negeri. Untuk menyebarkan informasi secara luas di dunia, jalan satu-satunya melalui media digital.

“Pertumbuhan pariwisata Indonesia ini berpegang pada kunci media sosial. Dimana Kemenpar membuat tema yang berbeda setiap tahunnya,” ujar Don Kardono.

Ditambahkannya, Leisure Activity di kalangan anak muda merupakan kebutuhan primer. Sedangkan berwisata merupakan bagian dari Esteem Economy.

Dia memaparkan, tahun 2016, Kemenpar melakukan banyak branding Wonferful Indonesia. Tahun berikutnya Kemenpar melakukan promosi melakui iklan. Dan tahun ini Kemenpar menggunakan iklan sebagai media digital untuk menjual potensi wisata Indonesia.

“Sebab, kini traveler menggunakan searching, booking, dan payment melalui digital. Sehingga yang lebih banyak berkembang adalah agensi travel digital, seperti Traveloka dan TripAdvisor,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Kemenpar juga melakukan kolaborasi dengan sejumlah content creator. Kemenpar juga sudah menyiapkan platform yang menjadi wadah para content creator. Sehingga mereka pun bisa membuat konten yang kreatif dan bertemakan pariwisata.

“Kita sudah punya GenPI (Generasi Pesona Indonesia) yang ada di 22 provinsi. Kemenpar menggerakkan generasi milenial untuk meramaikan topik Pariwisata di media sosial. Dan itu belum termasuk ITX dan CDM,” papar Don Kardono.

Hasilnya? Perfoma pariwisata Indonesia di 2017 masuk dalam 20 besar fastest growing tourism in the world. Angkanya tunbuh sekitar 6-7 persen.

The Telegraph ikut memperkuat data tadi. Datanya pun ikut dipublish. Dari ulasan The Telegraph, Indonesia masuk ke dalam negara dengan pertumbuhan sektor Pariwisatanya di ranking Top-20 dunia.

Pertumbuhan Wisman Indonesia tahun 2017 sebesar 22%, Indonesia unggul 3 kali lipat dibanding pertumbuhan regional (ASEAN, 7%) dan global (Dunia, 22%).

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut mengaminkan. Dia mengatakan, saat ini terjadi Digital Transformation atau peralihan dunia dari Owning Economy ke Sharing Economy.

Diungkapkannya, Largest Companies by Market Cap 2016 adalah perusahaan digital, Apple (582 Billion US$), Alphabet (556 Billion US$), Microsoft (452 Billion US$), Amazon (364 Billion US$), Facebook 359 Billion US$).
“Digital Revolution is a Natural Revolution. Dan, pariwisata Indonesia tumbuh pesat karena media digital. Yakni 70% search dan share informasi menggunakan media digital. Media digital 4 kali lipat lebih efektif dibanding media konvensional,” jelas Menpar Arief Yahya.(prihandoko)