Sunday, 23 September 2018

Pemimpin Korea Utara akan ‘Tempuh Perjalanan Bersejarah’ ke Korea Selatan

Kamis, 26 April 2018 — 22:09 WIB
Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un tidak akan makan siang bersama dan baru makan bersama dalam jamuan makan malam.

Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un tidak akan makan siang bersama dan baru makan bersama dalam jamuan makan malam.

KOREA– Kim Jong-un hampir dipastikan akan menjadi pemimpin pertama Korea Utara yang melintas ke wilayah Korea Selatan sejak akhir Perang Korea tahun 1953 untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Jumat (27/04/).

Kedatangan Kim Jong-un akan disambut langsung oleh Presiden Moon Jae-in di perbatasan kedua negara pada pukul 09:30 waktu setempat.

Kim Jong-un akan melakukan perjalanan bersejarah melintasi garis demarkasi militer – garis yang ditetapkan secara jelas sebagai batas resmi wilayah darat kedua negara. Kendati demikian, ia akan tetap berada di zona bebas militer, tepatnya di Desa Panmunjom.

Selanjutnya Kim Jong-un bersama tuan rumah Presiden Moon Jae-in akan berunding dengan fokus isyarat-isyarat yang belakangan ini ditunjukkan oleh Korea Utara bahwa negara itu mungkin bersedia meninggalkan senjata nuklirnya.

Anggota delegasi termasuk adik Kim Jong-un

Sehari menjelang pertemuan puncak, pemerintah kedua negara mengungkap jumlah delegasi dari masing-masing negara di Panmunjom, zona bebas militer.

Tujuh pejabat Korea Selatan akan mendampingi Presiden Moon Jae-in, termasuk menteri pertahanan, menteri luar negeri dan menteri urusan reunifikasi.

Adapun sembilan pejabat Korea Utara akan menyertai Kim Jong-un.

Di antara anggota delegasi Korea Utara terdapat adik perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong — salah seorang penasihat dekatnya. Beberapa pejabat militer juga turut serta dalam rombongan Korea Utara, yang mungkin menandakan kesediaan Pyongyang untuk membicarakan masalah pelucutan senjata nuklir.
Namun Seoul telah memperingatkan bahwa akan “sulit” mencapai kesepakatan tentang pembatalan senjata nuklir Korea Utara, sebab teknologi nulir dan rudal Korea Utara kini sudah begitu maju sejak pemimpin kedua negara terakhir bertemu lebih dari satu dekade lalu.

“Bagian yang sulit adalah pada tingkat mana kedua pemimpin mampu mencapai kesepakatan terkait dengan kesediaan untuk denuklirisasi,” kata Im Jong-seok, juru bicara presiden Korea Selatan.

Pertemuan puncak Korea kali ini tercatat yang ketiga setelah pertemuan inter-Korea tahun 2000 dan 2007. Acara terwujud setelah hubungan kedua Korea membaik selama beberapa bulan terakhir.

Hubungan antara kedua Korea membaik menjelang dan setelah Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang Februari lalu. Partisipasi atlet dan tim pemandu sorak dari Korea Utara meramaikan perhelatan tersebut.

Pertemuan inter-Korea ini juga diharapkan akan membuka jalan bagi pertemuan antara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang direncanakan akan digelar bulan depan.

Agenda pertemuan dan menu hidangan

Perundingan resmi antara Moon dan Kim akan dimulai pada pukul 10:30 waktu setempat di Rumah Perdamaian, Panmunjom.

Mereka kemudian akan rehat setelah sesi pertama dan makan siang secara terpisah. Dalam acara makan siang ini, delegasi Korea Utara akan melintas kembali ke wilayah negara mereka.

Setelah makan siang, kedua pemimpin akan menanam pohon pinus dengan menggunakan tanah dari kedua negara sebagai simbol “perdamaian dan kemakmuran”.

Mereka kemudian akan berjalan berdampingan menuju ruang pertemuan untuk perundingan selanjutnya. Pertemuan puncak itu akan ditutup dengan penandatanganan kesepakatan dan pernyataan bersama sebelum jamuan makan malam.

Jamuan makan malam akan digelar di wilayah Korea Selatan – dan pihak berwenang sudah mengeluarkan rincian menu yang dipilih secara matang.

Kim Jong-un akan disuguhi hidangan kentang ala Swiss, rösti – sebagai pengakuan atas waktu yang dihabiskan oleh Kim Jong-un di Swiss ketika bersekolah – bersama dengan sajian mi dingin khas Korea Utara, dan juga minuman beralkohol dari Korea Utara.

Satu hal yang mungkin terlupakan atau mungkin juga disengaja adalah hidangan penutup yang sempat diprotes oleh Jepang. Puding mangga dipersoalkan karena dihiasi dengan peta pulau-pulau yang dikuasai oleh Korea Selatan tetapi juga diklaim oleh Jepang.

Setelah acara makan malam, delegasi dari kedua negara akan menonton video bertajuk “Spring of One”, sebelum Kim Jong-un bertolak pulang. (BBC)