Monday, 24 September 2018

Untuk Cinta Rela Mati

Kamis, 26 April 2018 — 5:55 WIB
bukudarah

PARA pendamba cinta ternyata sangat luar biasa. Mereka nekat berani mati dan berani mematikan. Artinya mati untuk diri sendiri, dengan jalan bunuh diri, dan mematikan orang lain dengan cara membunuh!

Itu semua hanya karena cinta. Jadi mohon maaf kalau dibilang ’hanya’ karena cinta. Karena bagi mereka cinta adalah segalanya. Cinta seorang lelaki pada wanita, jika sedang menggebu-gebu jangan coba-coba diganggu. Misalnya, menggoda si cewek, apalagi sampai negajak jalan, nonton atau apalah. Dan dilakukan berulang kali. Apa nggak jengkel? Apalagi sebagian kawannya mengolok-olok. “Ya, cewek lu dibawa orang lain?”

Dan disitulah cinta berubah menjadi cemburu., dengan berbekal kemarahan yang luar biasa sang kekasih menabrak si cowok yang dicemburuinya itu hingga tewas.

Kisah lain, seorang cewek cemburu banget sama cowoknya yang lengket sama teman wanita lain. Apalagi mereka bersenda gurau di depan mata. Siapa yang hatinya nggak panas?

Sayangnya, cewek cantik ini nggak sayang lagi sama hidupnya. Dia memilih terjun dari lantai apartemen. Dia bunuh diri. “ Inilah pilihanku untuk membuktikan bahwa aku benar-benar cinta kamu sampai mati!” mungkin begitu ucapan si cewek dalam perjalanannya melayang dari ketinggian menuju kematiannya.

Dalam kisah drama terkenal seperti Romeo and Juliet, juga diakhiri dengan kematian. Mereka malah berdua bunuh diri. Semua karena cinta. Ketika cinta mereka dilarang, maka pilihannya adalah mati bersama secara tragis. Ya, tragis karena William Shakespeare, si pengarang untuk mengakhiri hidup para pelaku dengan cara minum racun dan menancapkan belati ke dadanya.

Tapi, itu nggak harus ditiru. Karena sang pengarang sebenarnya, menguji para pelaku agar lebih sabar. Tapi, mereka nafsu karena cinta, melihat kekasihnya mati, diapun ingin mati pula. Padahal, sang cowok pura-pura mati, untuk mengelabuhi masyarakat tenasuk orang tua mereka. -massoes