Monday, 22 October 2018

Penumpang Dirampok Sopir Taksi Online, Menhub Kecewa Pada Grab

Sabtu, 28 April 2018 — 19:31 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (ist)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (ist)

JAKARTA – Pihak keluarga SS (24) korban penyekapan dan perampokan oleh sopir taksi online,, mengaku kecewa terhadap aplikator taksi online tersebut yaitu Grab. Hal ini karena lambannya respon dalam menanggapi laporan yang diberikan oleh keluarga korban. Mengetahui hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga merasakan hal serupa.

Budi mengaku kecewa karena perusahaan taksi online tersebut belum juga datang menemui pihak keluarga korban.

“Saya harapkan mereka segera koordinasi. Bukan masalah materi tetapi empati itu penting,” seru Budi pada Sabtu (28/4/2018) di Polres Metro Jakarta Barat, Slipi, Jakarta Barat.

Menurutnya, jika ingin menjadi perusahaan yang besar, semestinya suatu perusahaan bisa memberikan empatinya kepada konsumen.

“Kalau akan menjadi perusahaan besar empati kepada konsumen harus disampaikan dan empati itu menjadi bagian berarti kita semua. apalagi keluarga korban,” ujar pria 61 tahun tersebut.

Sebelumnya, S kakak korban mengaku kecewa karena perusahaan taksi online tersebut baru menghubungi korban setelah kejadiannya viral di media massa dan media sosial. Padahal kata S, keluarga korban mengharapkan respon yang baik terhadapan pelaporan tersebut, paling tidak menanyakan kondisi dari korban.

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi penyekapan dan perampokan yang menimpa seorang perempuan berinisial SS (24) yang dilakukan oleh tiga pelaku yaitu LI, SN dan AP. Kejadian berawal ketika SS memesan taksi online dari rumahnya di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat menuju tempat kerjanya di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kemudian ketika sudah berada di dalam taksi online, korban dibekap oleh pelaku AP dan kepalanya ditutup menggunakan jaket oleh SN. Uang dan perhiasan milik korban digasak habis oleh para pelaku. Pelaku SN dan AP telah ditangkap oleh polisi pada Kamis (25/4/2018) malam, sedangkan LI tewas ditembak. Hal ini disebabkan LI mencoba menabrak anggota polisi yang sedang berusaha menangkapnya. (cw2/b)