Tuesday, 23 October 2018

Suami di Dalam Penjara Kok Bisa-bisanya Hamil?

Sabtu, 28 April 2018 — 7:30 WIB
samasa;aj

DIANA 25, sungguh istri yang tak punya empati. Bayangkan, di kala suami dalam penjara karena kasus narkotika, eh….dia malah main gila dengan lelaki lain. Begitu hamil, bingung untuk mempertanggungjawabkan di depan suami. Ketimbang pusing, gugurkan saja toh hanya bayar Rp 1 juta ini. Padahal……

Punya suami masuk penjara, memang sangat menyedihkan bagi keluarganya. Di samping kehilangan sosok pengayom dalam rumahtangga, sumber penghasilan juga terhenti karenanya. Tapi untuk urusan perut, keluarga besar pasti akan membantu semampunya. Yang merepotkan solusinya justru urusan yang di bawah perut.

Ny. Diana warga Indragiri Hilir (Inhil), tak pernah lepas dari himpitan kesusahan. Karena ekonomi sehar-hari tak menggembirakan, Amri, 30, suaminya nekad jadi pengedar narkoba. Hasilnya memang sangat menggiurkan. Tapi baru jalan beberapa minggu ketahuan polisi, langsung Amri ditangkap dan kini masuk penjara.

Sejak suami masuk penjara, ekonomi Diana semakin susah. Lalu ada kenalan lama yang membantu, memberikan sejumlah uang untuk nyambung umur. Bantuan itu tak hanya sekali dua kali, tapi sering. Karena sang “dermawan” itu bukan Kementrian Sosial, lama-lama tentu saja minta imbalan. Tadinya hanya memberikan benggol (uang), kini si cowok menawarkan pula “bonggol” miliknya.

Diana yang sudah berutang budi, lama-lama tak bisa menolak. Dirinya yang selama ini juga kesepian jauh dari suami, akhirnya menyerahkan tubuhnya bulat-bulat untuk pemuas nafsu sang dermawan. Asal ada peluang, keduanya ngamar di hotel, kadang di rumah Diana sendiri. Amri suami yang meringkuk di sel penjara, hilang sudah dari memorinya.

Tahu-tahu Diana hamil, sedangkan si cowok tak mungkin mengawini karena masih suami orang lain. Lalu bagaimana jika ketahuan suami? Paling-paling kena kemplang. Akhirnya sicowok memberikan solusi, digugurkan saja, nanti biayanya ditanggung.

Diana ketemu dukun Saikah, 50, warga Rengat, Kabupaten Inhu. Untuk pengguguran janin usia 3 bulan dimintai biaya Rp 1 juta, karena soal beginian tak bisa klaim ke BPJS Kesehatan. Operasi pengguguran berhasil, tapi ada warga yang lapor polisi. Tentu saja jadi urusan.

Dukun Saikah dan Diana ditangkap polisi. Dalam pemeriksaan Saikah mengaku sudah lima kali praktek aborsi. Baru yang kelima ini ketahuan polisi, dengan resiko harus masuk penjara.

Tragis, suami istri akhirnya masuk penjara. (JPNN/Gunarso TS)