Tuesday, 23 October 2018

Kembali ke Pacar Lama Demi Memuaskan Obsesi

Minggu, 29 April 2018 — 7:40 WIB
udsahsa

DULU Ismanto, 40, saat bujangan punya cong-congan anak SMP. Mau menikahi Mulani yang masih kelas II SMP, sangat tidak mungkin. Tapi 10 tahun kemudian cinta pertamanya hidup menjanda. Iman Ismanto pun goyah. Demi memuaskan obsesinya, dia siap menjadikan Mulani sebagai bini kedua. Tapi semuanya gagal total.
Cinta pertama itu konon susah dilupakan sampai mati. Gara-gara cinta pertama pada seseorang, demi sebuah obsesi banyak orang yang rela mengorbankan keluarganya. Padahal tak ada jaminan dengan obsesi lama itu keluarganya menjadi lebih bahagia. Allah kan sudah berfirman, belum tentu yang kamu sukai itu baik untukmu (Albakoroh 216).

Saat masih bujangan tahun 2008 lalu, Ismanto tergila-gila pada gadis ABG usia 14 tahun. Dia ingin menikahi Mulani, tapi gadis itu sama sekali tak merespon karena belum tahu maknanya cinta. Padahal Ismanto keburu ingin menikah dan mbelah duren jatohan, sehingga ketika dijodohkan pada seorang gadis lain, Mulani pun ditinggalkan.

Waktu terus berlalu, tahu-tahu 10 tahun kemudian Ismanto sudah memiliki anak tiga. Ee, tiba-tiba Mulani yang dulu masih ABG, sekarang sudah mateng puun dalam status janda muda lagi. Iman Ismanto pun kembali goyah, karena ingin membalas obsesi lamanya. “Biar janda, tapi masih pulen kok Bleh….” Kata setan membujuk.

Gila, janda ditinggal mati kok dibilang pulen, memangnya beras rajalele dari Delanggu Klaten? Tapi begitulah, diam-diam Ismanto lalu mendekati Mulani untuk gelombang kedua. Berbagai cara dilakukan, dari mendekati orangtuanya, ustadz berpengaruh di kampung itu, jadi mirip Cak Imin ketika berburu kursi Cawapres.

Ternyata Mulani tetap menolak keinginan Ismanto yang kini semakin tua, Padahal, hobi Ismanto kasak-kusuk cari dukungan itu sangat melukai hati istrinya sekarang. Karena sudah dinasihati terus saja membandel, terpaksa sang istri lapor ke Pengadilan Agama Surabaya dan mendaftarkan perceraiannya.

Padahal yang lama dan yang baru rasanya sama saja, Bleh. (JPNN/Gunarso TS)