Thursday, 19 September 2019

Soal Rekaman, Sekjen PDIP Nilai Rini Langgar Perintah Jokowi

Minggu, 29 April 2018 — 15:05 WIB
Hasto saat membuka kegiatan Try Out SMBPTN di Season City.(ikbal)

Hasto saat membuka kegiatan Try Out SMBPTN di Season City.(ikbal)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto turut buka suara terkait beredarnya rekaman suara antara Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir yang diduga membahas pembagian fee.

Hasto mengatakan konflik kepentingan pribadi dalam jabatan sudah pernah diingatkan Joko Widodo saat awal pembentukan kabinet. Menurutnya, saat itu presiden mengingatkan agar menteri tidak melakukan tindakan nepotisme selama menjadi pembantu presiden.

“Saya masih teringat apa yang disampaikan pak Jokowi pada saat mempersiapkan pembentukan menteri. Beliau katakan bagaimana menteri harus bekerja keras mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dan tidak boleh ada campur tangan dari keluarga,” katanya di Season City, Jakarta Barat, Minggu (29/4/2018).

Anggota DPR RI periode 2004-2009 itu menyatakan jika isi rekaman tersebut terbukti kebenarannya, Rini dianggap telah melanggar perintah langsung dari Jokowi.

“Dengan demikian perintah dari Pak Jokowi terlebih bagi menteri BUMN untuk tidak melibatkan keluarga itu seharusnya dipatuhi sebagai sebuah perintah untuk BUMN dijadikan sebagai perusahaan milik negara. Tentang dua nama dari keluarga beliau, tentu saja ini bagi kami tidak sesuai dengan perintah dari bapak presiden,” tandas Hasto.

Terkait kekhawatiran isu rekaman akan merusak citra Jokowi, Hasto menyebut yang dilakukan Rini merupakan merupakan pelanggaran perintah presiden. Dia meyakini Jokowi sosok yang bersih dari praktek-praktek   semacam itu.

“Pak Jokowi sendiri kan sosok yang bersih yang bekerja keras sehingga apa yang terjadi dengan menteri-menterinya ada yang melibatkan keluarga, saya menjadi saksi , bahwa itu adalah pelanggaran dari perintah pak Jokowi,” tegas Hasto. (ikbal/tri)