Thursday, 24 May 2018

Takaran Pedas Seblak Jeletet Gunakan Sendok Sup

Minggu, 29 April 2018 — 16:05 WIB
Warung Seblak Jeleted Pademangan 4.(Cw2)

Warung Seblak Jeleted Pademangan 4.(Cw2)

 JAKARTA – Seblak Jeletet Pademangan 4 yang berlokasi di Jalan Mangga Besar 1 no. 10, Jakarta Barat merupakan cabang dari Seblak Jeletet Murni yang berlokasi di Jalan Pademangan IV, Pademangan, Jakarta Utara. Meski begitu, menurut salah satu pegawai di rumah makan tersebut, resep keduanya sama.

Yulia, karyawan Seblak Jeletet Pademangan mengatakan, rumah makan ini merupakan cabang seblak jeletet murni. Rumah makan yang menyajikan makanan khas Bandung ini baru resmi dibuka pada Oktober 2017 lalu.

“Awalnya kan di sana, berhubung customernya banyak jadi pecah buka cabang sendiri-sendiri. Yang di Pademangan itu punya kakaknya, yang ini punya adiknya, tapi resep sama,” ujar Yulia ketika ditemui poskotanews.com pada Minggu (29/4/2018) di Jalan Mangga Besar 1, Jakarta Barat.

Ia pun menambahkan, semua item atau isian untuk seblak dimasak bersamaan dengan bumbu khas seblak jeletet tersebut. Sehingga tampak kuah kemerahan yang menggetarkan lidah itu. Penikmat kuliner ini sudah bisa merasakan cita rasa gurih dan pedas pada isiannya.

(Baca : Buat yang ‘Ngidam Pedas’, Seblak Jeletet Pademangan Bisa Jadi Pilihan)

“Jadi walaupun isiannya masaknya ga terlalu lama, sebelumnya sudah direbus dulu. Jadi cuman dimakan gitu saja juga udah berasa,” jelas Yulia.

Rasa dan aroma dari daun jeruk yang begitu kentara pada kuah ternyata dikarenakan pada proses pemasakan, daun jeruk memang ditambahkan ke dalam kuah. Tidak hanya pada kuah saja, namun juga pada proses presto tulang dan ceker. Hal ini kata Yulia, agar aroma seblak lebih harum dan juga menghilangkan bau amis dari tulang dan ceker.

Ia menambahkan, kebanyakan pembeli yang datang ke sana, rata-rata memesan seblak jeletet level 2 atau 3. Namun ada juga yang ‘nekat’ memesan seblak jeletet level 5.

“Kalau yang pesan level 5 ada tapi paling satu atau dua orang setiap harinya. Padahal itu kan pedas ya, kadang kita suka bilang kalau itu pedas banget tapi ada saja yang ngeyel,” terang Yulia.

Wajar rasanya jika seblak tersebut mampu membuat orang yang menikmatinya kepedasan sampai menitikan air mata. Yulia mengatakan kalau takaran sambal untuk seblaknya itu menggunakan sendok centong sayur sup.

“Bedainnya itu pakai centong sayur cup itu. Jadi kalau level satu ya satu centong, kalau dua ya dua centong. Makanya kalau yang level lima mah kuahnya aja udah kental banget, pedas banget,” serunya.

Lebih lanjut ia mengatakan, rumah makan ini ramai setiap akhir pekan, terutama pada sore hari. Sedangkan di hari kerja (weekdays), kebanyakan hanya memesan lewat aplikasi online atau dibawa pulang.

“Yang ramai itu akhir pekan kayak sekarang, itu nanti mulai ramai dari jam 4 sampai tutup. Mereka kebanyakan makan di sini, kalau hari biasa paling pada dibawa pulang,” tandas Yuli.

Seblak Jeletet Pademangan buka setiap hari mulai pukul 12.00 WIB – 21.00 WIB. Namun setiap Senin di minggu ke-2 dan minggu ke-4, rumah makan ini selalu tutup. (Cw2/tri)