Sunday, 18 November 2018

Kapolsek Ini Setiap Malam Jumat Ngaji Bareng Tahanan

Senin, 30 April 2018 — 7:18 WIB
Kapolsek Cengkareng, Kompol H. Khoiri menggelar pengajian lalu makan bareng bersama tahanan setiap malam Jumat. (warto)

Kapolsek Cengkareng, Kompol H. Khoiri menggelar pengajian lalu makan bareng bersama tahanan setiap malam Jumat. (warto)

SEJAK remaja Kompol H. Khoiri dikenal anak santri. Dia lulusan dari pesantren sebelum mendaftar menjadi anggota Polri. Tak heran di sela-sela kesibukanya sebgai Kapolsek Cengkareng, dia masih menyempatkan waktu setiap malam Jumat mengajak tahanan ngaji bersama. Usai mengaji, dia memberikan tausyiah lalu makan malam bareng.

Kegiatan agama ini dilakukan usai Salat Magrib dengan tahanan mapolsek. “Tidak ada kata terlambat, kalau mau belajar asal tidak main-main pasti akan berhasil,” ujarnya memberikan pencerahan pada 16 tahanan dari berbagai kasus kejahatan.

Seringkali tausyiah yang diberikan menyentuh perasaan tahanan sehingga menibulkan penyesalan. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menitikkan air mata lantaran malu, menyesal, dan berdosa.

“Komandan, saya salah jalan. Sudah lama tidak mengaji dan salat. Di balik teralis besi ini, baru kali ini ada lagi yang mengingatkan. Selama ini saya jauh dari agama,” ucap Said, 24, tahanan yang terlibat narkoba itu.

MENGAJI

Tak hanya Said, tahanan lain bernama Hendra, 25, juga terharu ketika mendengar kapolsek melantunkan ayat suci Al Quran. “Masya Allah, komandan yang sudah berpangkat dan menjadi kapolsek saja pandai mengaji. Saya salat, setelah ditangkap dalam kasus narkoba,” ujarnya seraya berjanji ke depan akan belajar mengaji kepada sesama tahanan.

Mendengar pengakuan para tahanan itu, Kapolsek Khoiri hanya tersenyum. Dia mengingatkan mereka agar tidak putus asa dan kembali memperbaiki kekeliruannya.

“Dosa sebesar apa pun, kecuali menduakan Allah SWT, akan diterima dan diampuni Allah,” kata Khoiri.

Selain rutin memberikan pencerahan kepada tahanannya, Kompol Khoiri juga kerap melayat warga yang meninggal dunia, meski almarhum bukan tokoh agama, masyarakat, atau pejabat.
Suatu hari, ketika kapolsek keliling kampung dibonceng motor Kanit Binmas Iptu Wiyanto, melihat ada puluhan warga berkumpul di depan rumah yang memasang bendera kecil warna kuning di daerah Kapuk, Cengkareng, ia langsung melayat.

GOTONG KERANDA

Ketika disambangi, rupanya seorang kakek Muhammad Ucu bin Acim meninggal dunia dalam usia 83 tahun. Berpakaian dinas lengkap dengan pangkat Kompol, dia ikut melayat.

Kehadirannya disambut warga. Dia langsung masuk ke rumah duka menemui keluarga almarhum dan mengucapkan turut berduka cita.

Ketika jenazah akan disalatkan ke mesjid, Kompol Khoiri ikut menggotong keranda dan salat jenazah. Selanjutnya diantar sampai ke peristirahatan almarhum yang terakhir. Kedekatanya dengan warga, tak lain menyambung tali silaturahmi dengan warga.

“Silaturahmi itu dapat memperpanjang usia dan rezeki. Lagian sebagai anggota Polri, harus dekat dengan masyarakatnya,” tutup bapak tiga anak ini. (warto/iw).