Tuesday, 18 June 2019

Peduli Nasib TKI

KASBI Tidak Ingin ikut ‘Goreng’ Isu TKA Seperti yang Dilakukan Oposisi

Selasa, 1 Mei 2018 — 11:58 WIB
Sekretaris Jenderal KASBI Sunarno.(Cw4/tri)

Sekretaris Jenderal KASBI Sunarno.(Cw4/tri)

JAKARTA – Isu Tenaga Kerja Asing (TKA) yang sedang menjadi polemik jelang tahun politik, dianggap oleh Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia  (KASBI) sebagai bentuk nasionalisme yang sempit dari pihak oposisi.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Sekretaris Jenderal KASBI Sunarno, saat memimpin aksi massa buruh di Komplek Pergudangan Garda Bhakti Nusantara Batu Ceper Kota Tangerang Banten pada perayaan hari buruh sedunia Selasa, (1/5/2018).

Menurutnya buruh Indonesia harus menyadari betul bahwa TKI dan TKW yang berkerja di luar negeri jauh lebih banyak jumlahnya dibandingkan pekerja asing yang berkerja di Indonesia.

Oleh sebab itu pihaknya tak mau menggoreng isu TKA  tersebut, karena beresiko terhadap hak-hak buruh migran  yang ada di luar negeri.

“Kami memandang lebih luas, dan tak mau terjebak dalam nasionalisme yang sempit, saya perlu jelaskan bahwa TKI dan TKW kita yang diluar negari itu jumlahnya lebih banyak dari pada mereka yang kesini, kalau kita mengusung isu TKA, maka kawan-kawan kita di luar sana bisa juga diperlakukan tidak baik,” paparnya.

(Baca : Prabowo akan Tanda Tangani Sepultura dengan KSPI di Istora Senayan)

Namun, Sunarno dan buruh yang lainnya juga menjelaskan bahwa, terkait isu TKA pemerintah harus memerhatikan kesetaraan antara buruh asing dengan buruh lokal, terutama dalam hal kesejahteraan dan perlindungan sosialnya.

“Yang perlu diperhatikan justru bagimana buruh TKA dan buruh lokal ada kesetaraan dalam hal kesejahteraan dan perlindungan sosialnya, seperti memproteksi semua buruh tentang syarat-syarat kerja dan K3-nya,” jelasnya

Lebih lanjut, Sunarno dengan KASBInya menyatakan tak menjadikan isu TKA yang kini  menjadi bahan gorengan politik pihak oposisi sebagai anacamannya, karena ia mengganggap  bahwa buruh harus bisa berfikir lebih luas untuk setiap langkah perjuangannya.(Cw4/tri).