Friday, 20 September 2019

Puluhan Bangunan di Bantaran Kali Gede di Bojongsari Baru Dibuldoser Satpol PP

Rabu, 2 Mei 2018 — 21:08 WIB
Satu alat berat saat membongkar paksa bangunan di pinggir Jl. Raya Mawar dekat kali, Kel. Bojongsari Baru, Bojongsari. (anton)

Satu alat berat saat membongkar paksa bangunan di pinggir Jl. Raya Mawar dekat kali, Kel. Bojongsari Baru, Bojongsari. (anton)

DEPOK  – Sebanyak 40 unit dari 50 unit bangunan liar (bangli) atau bangunan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) permanen di Jalan Raya Mawar, persis dibantaran anak Kali Gede, Bojongsari Baru, dibuldoser Satpol PP) Kota Depok.

Sejumlah pemilik bangunan sempat protes dan meminta waktu untuk membongkar sendiri. “Kami minta kebijaksanaan petugas agar tidak dibongkar bangunan dengan alat berat atau buldoser tapi biar kami membongkar sendiri bangunan untuk memanfaatkan kusen pintu, jendela, asbes maupun lainnya yang dapat dipergunakan lagi,” kata Hendra, satu pemilik bangunan yang ingin dibongkar petugas tim gabungan Satpol PP Kota Depok, Rabu (2/5).

Menurut dia, kalau dibongkar rata seperti itu tentunya sejumlah barang bangunan tidak dapat lagi dipergunakan untuk mendirikan tempat usaha di tempat lain. “Saya minta agar jangan dibongkar dan diberikan waktu untuk membongkar sendiri,” ucapnya.

Permintaan agar bangunan bermasalah dibongkar sendiri pemilik juga disampaikan langsung dan menggunakan surat pernyataan diatas materai dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Bojongsari Baru, Yusra Amir kepada tim gabungan Satpol PP Kota Depok yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto didampingi Kasie Transmartibum setempat Agus Muhammad dan Kusumo.

Minta Tenggat Waktu

“Saya atas nama pemilik bangunan minta tengat waktu dan berharap ada keringanan waktu untuk membongkar sendiri bangunan tersebut,” ujar Ketua LPM Bojongsari Baru, Yusra Amir didampingi Ketua RW 05, Sarmilih yang meminta waktu tanggal 7 Mei 2018 mendatang membongkar bangunan tersebut. “Jika sampai batas waktu yang ditentukan tidak dibongkar silahkan petugas membongkar paksa,” tambahnya dalam surat pernyataan etrsebut.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto didampingi Kasie Transmartibum setempat Agus Muhammad, mengatakan kegiatan pembongkaran bangunan sepnajnag Jl. Raya Mawar yang persis berdiri di pinggir Kali tersebut sama sekali tidak memiliki IMB dan lainnya.

Surat peringatan sudah berulang kali disampaikan terhadap 50 unit bangunan tapi tetap saja tidak diindahkan hingga terpaksa petugas tim gabungan Satpol PP Depok melakukan pembongkaran paksa dengan menggunakan satu unit alat berat atau buldoser.

“Yang jelas bangunan tersebut sudah melanggar sepadan kali dan tidak memiliki izin. Pemilik bangunan sudah diberikan surat teguran mulia lisan, tertulis hingga surat perintah bongkar,” ujarnya.  (anton/win)