Wednesday, 24 July 2019

Tukang Gali Tewas Tertimbun Longsor, Polisi Panggil Kontraktor

Rabu, 2 Mei 2018 — 16:57 WIB
Proses evakuasi penggali saluran

Proses evakuasi penggali saluran

JAKARTA (Pos Kota) – Empat orang saksi diperiksa petugas Polsek Penjaringan terkait peristiwa longsornya lubang galian saluran air di Jalan Jembatan Tiga Raya, Pluit, Penjaringan, yang merenggut nyawa seorang pekerja. Kepolisian juga berencana akan memanggil dan memerikaa kontraktor serta dari pihak PAM Palyja dalam waktu dekat.

Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Kompol Mustakim mengatakan, setelah semua saksi-saksi diperiksa, penyidik langsung memanggil pihak PAM Palyja dan kontraktor untuk mendalami SOP. Segala dugaan didalami.

“Kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kontraktor yang pekerjakan korban, kita juga akan panggil pihak PAM Jaya atau Palyja,” kata Kompol Mustakim Rabu (3/5).

(BacaSetelah 13 Jam Tertimbun, Penggali Saluran Ditemukan Tewas)

Mustakim melanjutkan, hasil pemeriksaan sementara menyebutkan, saat itu korban, Tarno,41, telah berhasil menggali tanah sedalam 6 meter. Namun tidak berselang lama, dinding-dinding galian longsor dan langsung menimpa korban.

“Hasil keterangan saksi-saksi, korban berhasil menggali kurang lebih 6 meter. Begitu udah digali 6 meter itu kondisi di tengah tanahnya longsor baik dari atas, samping kanan ataupun kiri. Akhirnya ya terkubur di lokasi galian tersebut,” jelas Mustakim.

Mustakim menerangkan, bahwa korban diketahui tertimbun longsoran tanah sejak pukul 15.00 WIB. Selama 14 jam korban terkubur sampai akhirnya bisa dievakuasi pukul 04.00 WIB subuh tadi. Korban ditemukan dalam kondisi terlentang.

BPJS Ketenagakerjaan

Sementara itu, Pihak BPJS Ketenagakerjaan Belum Temukan Data Tarno Terdaftar Sebagai Peserta BPJS. Saat ini pihak BPJS Ketenagakerjaan tengah menelusuri apakah Tarno terdaftar sebagai peserta BPJS atau tidak.Selain itu, pihak BPJS juga masih menunggu pernyataan bahwa insiden yang dialami Tarno merupakan sebuah kecelakaan kerja.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kelapa Gading Pepen S. Almas mengatakan, jika hasil penyelidikan menunjukan bahwa insiden yang menimpa Tarno adalah kecelakaan kerja, sejumlah benefit akan diterima pihak ahli warisnya.

“Untuk sementara kami belum menemukan atas nama Pak Tarno sebagai peserta. Nanti dalam hal belum didaftarkan, ahli waris harus dapatkan manfaat sebesar Rp 180 juta. Dari mana? Ya dari pemberi kerja,” kata Pepen. (yahya/win)