Saturday, 26 May 2018

Kuli Bangunan Berbini Cantik Menderita Sakit “Jarum Super”

Kamis, 3 Mei 2018 — 7:31 WIB
gasemto

PUNYA bini cantik ternyata tak menjadikan Asmuni, 30, betah di rumah. Justru dia kena penyakit “jarum super”. Markonah, 22, mencoba mengadu ke mertua, tapi malah diomeli. Ya sudah, karena tak ada yang berpihak padanya, Markonah terpaksa menggugat cerai kuli bangunan itu ke Pengadilan Agama.

Kata orang, lelaki punya bini cantik akan menjadikan betah di rumah. Apa iya? Memangnya orang hidup hanya soal gituan melulu yang dipikirkan? Faktanya, banyak juga bininya jelek tapi suami kuthuk (kerasan) di rumah. Kuncinya memang bukan dari kecantikan, melainkan karakter dasarnya setiap orang.

Asnmuni warga Kecamatan Batu, Malang, sebetulnya termasuk orang yang beruntung. Pekerjan hanya jadi kuli bangunan, tampang juga pas-pasan, tapi bisa mempersunting bini yang cantik. Itulah kemujuran Asmuni, sebab mertua tak pernah mendikotomikan tukang batu, mana tukang batu beragama dan mana pula tukang batu setan. Semua orang di mata keluarga Markonah dianggap sama.

Asmuni – Markonah naik pelaminan Februari 2017, jadi sudah setahun lebih. Tapi kurun waktu selama itu hanya diisi dengan kehampaan rumahtangga. Awalnya sih, Asmuni sebagai kepala kelaurga selalu mesra bersama istrinya yang tak pernah jera meningkatkan gairahnya. Hampir setiap hari mereka bermesraan, ibarat kata: gemak lonteng-lonteng, krasa penak ndengkeng-ndengkeng.

Tapi kemesraan itu tak berlangsung lama. Baru 6 bulan sudah menunjukkan sifat aslinya daripada Asmuni. Meski bininya cantik ternyata malah kena penyakit jarum super alias jarang di rumah suka pergi. Jika bisa barang 2-3 hari baru pulang. Itupun dalam kondisi bau alkohol. Maka Markonah menduga-duga, jangan-jangan suaminya terjebak hobi kawan lama: mabuk-mabukan.

Markonah pernah mengingatkan, tapi Asmuni tak menggubris. Dia diam saja, seperti as sepeda yang muni (berbunyi) gara-gara jarang kena olie. Karena suami tak merespon usaha penyembuhan dari penyakit “jarum super”, Markonah pun mengadu pada mertuanya. Tapi mertua sama sekali tak ada keberpihakan pada anak menantu. Bahkan mertua menantang, “Sebagai istri yang bijak, itu tanggungjawabmu.” Kata sang mertua.

Karena tak ada yang berbela simpati, akhirnya Markonah jenuh juga jadi istri tukang batu terrsebut. Beberapa hari lalu Markonah mendatangi Pengadilan Agama Surabaya, minta segera diceraikan. Alasannya suami sudah tidak tanggungjawab, ya tak ada materil, tak ada onderdil.

Onderdil cari saja di toko alat-alat sepeda motor, yang penting bukan bikinan Taiwan. (JPNN/Gunarso TS)