Saturday, 26 May 2018

Ganasnya jadi Lelaki Subita Pelanggan Warung Dinodai

Jumat, 4 Mei 2018 — 7:30 WIB
selainbonus

BANYAK lelaki subita (suka bini tetangga) tapi tak seganas Murhan, 50, dari Kalteng. Saking nafsunya, Ny. Siti Latifah, 40, yang baru belanja di warung miliknya langsung diseret ke kamar dan dinodai. Tak rela atas perbuatan lelaki tetangganya tersebut, Ny. Latifah mengadu ke suami dan berakhir di kantor polisi.

Lelaki normal tentu selalu tertarik pada wanita cantik. Tapi karena ada rem pakem dalam dirinya, tak semua ketertarikan itu harus diwujudkan dalam karya nyata. Saat dia tertarik pada kecantikan bini tetangga misalnya, paling banter hanya mencuri-curi pandang, tanpa ada niatan untuk berbuat lebih jauh. Sebab orang bijak mengatakan, cantiknya istri tetangga itu ibarat ikan hias, hanya boleh dilihat-lihat saja, tak boleh digoreng. Meski kalau terpaksa, digoreng gurih juga!

Murhan yang tinggal di Seruyan, Kalimantan Tengah, rupanya belum pernah dapat pencerahan semacam itu. Ketika dia tertarik pada kecantikan Ny. Siti Latifah bini tetangga, ukuran celananya langsung berubah dari M ke XL. Kemudian otaknya berpikir yang ngeres-ngeres, bagaimana asyik dan serunya andaikan bisa berbagi cinta dengan bininya Makmun tersebut.

Ny. Siti Latifah memang cantik. Dalam usia kepala empat, bodinya masih nampak seksi, atau orang Jawa bilang STNK alias setengah tuwa ning kepenak. Kulitnya putih bersih, betis mbunting padi. Murhan pun jadi membayangkan, andaikan dikupas habis pastilah seperti singkong yang siap dibuat tape.

Banyak sebetulnya orang yang kena penyakit “subita” seperti Murhan ini. Tapi lelaki yang lain kebanyakan hanya sekedar wacana, sebatas fiksi. Sebab untuk dijadikan fakta, resikonya berat. Ya kalau sononya mau dan mengimbangi, kalau tidak kan bakalan kacau balau. Misalkan sononya pun memberi lampu ijo, yang di rumah apakah rela? Pasti bakal terjadi perang Timur Tengah.

Tapi Murhan memang beda. Dia tak sekedar mencuri-curi pandang pada Siti Latifah, tapi sangat berkeinginan untuk mencicipi tubuh mulus bini Makmun tersebut. Maka sekali waktu dia pernah menggodanya dengan kalimat tendensius. Misalkan ketika orang sekarang pada seneng naik pesawat Citilink yang murah meriah, di depan bini Makmun itu dia enak saja nembak, “Saya sih enakan naik Siti Latifah!”

Siti Latifah cemberut mangkel. Tapi karena hanya sekedar kata-kata dan tak ada orang lain yang mendengar, bini Makmun tak memperpanjang masalah atau menjadikannya firal. Tapi rupanya Murhan salah terima, dikiranya perempuan itu memberi angin, lain waktu menjadi semakin berani.

Misalkan yang terjadi beberapa hari lalu. Saat Siti Latifah belanja ke warung Murhan, dia mulai memasang jerat-jerat mautnya. Saat perempuan itu sedang memilih makanan yang mau dibelinya, diam-diam Murhan menyergapnya dari belakang, hippp…..! Latifah meronta, tapi langsung saja diseret ke kamar. Dengan ancaman, akhirnya wanita itu bertekuk lutut dan berbuka paha juga, sampai skor menjadi 1-0.

Tapi selesai perbuatan terkutuk tersebut, Ny. Siti Latifah langsung mengadu ke suaminya. Tentu saja Makmun tak terima, sehingga dilaporkan ke Polsek Seruyan. Hari itu juga Murhan dijemput dan diperiksa sebagai tersangka. “Saya setiap melihat Latifah, langsung emosi Pak.” Kata Murhan polos.

Karena terlalu emosi, jadi urusan polisi, kan? (FM/Gunarso TS)