Thursday, 16 August 2018

Jaga Stabilitas Harga Jelang Puasa

Sabtu, 5 Mei 2018 — 6:06 WIB

ADA kecenderungan setiap jelang bulan Puasa stabilitas harga pangan menjadi terganggu. Kecenderungan semacam ini rutin terjadi setiap tahun.

Ini yang perlu dicermati oleh semua pihak, terutama para pemangku kebijakan sehingga kenaikan harga jelang Puasa tidak terjadi lagi tahun ini, termasuk di DKI Jakarta.

Beberapa hal yang wajib diantispasi adalah tersedianya stok pangan, kelancaran distribusi mulai dari daerah produsen hingga ke tangan konsumen, serta keseimbangan antara pasokan dengan permintaan pasar.

Hal yang sangat urgen adalah langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini.

Terkait dengan ini, kami mengapresiasi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang telah turun ke lapangan memastikan stok pangan untuk Ramadhan mendatang aman dan terjamin.

Inspeksi ke Pasar Induk Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (4/5/2018) kemarin tentu saja bukan sebatas melihat langsung stok pangan yang tersedia. Tetapi, bagaiamana jalur dan sistem distribusi, kelancaran distribusi dan solusi yang harus diambil, jika terjadi situasi emergency.

Guna memastikan stok pangan tetap aman dan harga stabil, Pemprov DKI bersinergi dengan berbagai pihak, di antaranya Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kemenko Perekonomian, juga Bulog.

Koordinasi seperti ini menjadi keharusan, bahkan makin dimantapkan pada saat jelang Puasa, di mana kadang situasi pangan berubah tanpa bisa diprediksi.

Koordinasi dan kerja sama hendaknya makin diperluas dan disinergikan dengan daerah penghasil komoditas pangan yang banyak butuhkan masyarakat jelang Puasa. Ini untuk mencegah keterlambatan pasokan.

Acap terjadi, stok pangan lebih dari mencukupi, tetapi jika distribusi sedikit saja terganggu, dampaknya harga akan naik. Repotnya lagi jika ada satu komoditas pangan bergerak naik, yang lainnya cenderung mengikuti. Lain lagi, jika stok mencukupi, pasokan lancar, tetapi harga tetap naik, berarti ada yang keliru dalam distribusi di lapangan. Sering disebut ada permainan. Kalau sudah demikian, maka yang membuat permaianan itulah yang harus dikejar dan ditangkap.

Yang perlu dicermati, ketika pemangku kebijakan menjamin stok pangan aman dan terkendali, lantas yang terjadi kemudian harga tetap naik, akan membuat masyarakat semakin tidak percaya. Adanya kekhawatiran kenaikan harga akan terulang jelang Puasa, berdampak kepada sikap konsumen dalam berbelanja.

Kita memang perlu mengimbau agar konsumen lebih bijak dalam berbelanja jelang Puasa, tetapi antisipasi wajib dilakukan untuk menjamin keseimbangan antara pasokan dan permintaan. (*).