Tuesday, 17 September 2019

Festival Kampoeng Arab Pekojan, Promosikan Cagar Budaya Religi di Ibukota

Minggu, 6 Mei 2018 — 21:57 WIB
Disparbud DKI Jakarta menggelar Festival Kampoeng Arab Pekojan, Tambora, Jakbar, Minggu (6/5/2018). (rachmi)

Disparbud DKI Jakarta menggelar Festival Kampoeng Arab Pekojan, Tambora, Jakbar, Minggu (6/5/2018). (rachmi)

JAKARTA – Untuk pertama kalinya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta menggelar Festival Kampoeng Arab Pekojan (FKAP), Tambora, Jakarta Barat, Minggu (6/5/2018).

Animo warga Pekojan untuk menyaksikan FKAP ini tergolong tinggi. Kegiatan kebudayaan tersebut berlangsung di Jalan Pekojan Raya, kawasan Cagar Budaya Langgar Tinggi. Warga disuguhi penampilan tari ondel-ondel, tari sufi, gambang kromong, kuliner Arab dan lainnya.

“Kami senang adanya ajang budaya ini dapat semakin mengenal budaya luar khususnya budaya Arab,” kata Cici, warga Pekojan, Minggu (6/5/2018).

Kepala Pelayanan Informasi UPK Kota Tua Disparbud DKI Jakarta, Irvan Guci mengatakan, FKAP merupakan salah satu agenda pengembangan destinasi wisata dengan model ketertibatan warga yang berlokasi di kawasan karakteristik Kota Tua. Meliputi Pekojan, Pecinan dan Pesisir Sunda Kelapa dan di Taman Fatahilah.

“Festival Kampoeng Arab Pekojan berbasis warga. Jadi warga sebagai pelaksana hajatan budaya ini. Lazimnya masyarakat hanya sebagai pelengkap saja,” imbuh Irvan.

Camat Tambora, Djaharudin berharap FKAP bisa menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai kolaborasi dengan pengembangan kewirausahaan mandiri melalui program OK OCE.

Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo menambahkan di wilayahnya ada lima bangunan cagar budaya yang menjadi bagian dari destinasi wisata yakni Langgar Tinggi, Masjid An Nawier, Vihara Dewi Samudera, Masjid Al Anshor dan Masjid Jami Kampung Baru.

“Pekojan terkenal dengan kampung Arab dan bangunan cagar budaya religi berusia ratusan tahun sehingga dapat menarik wisatawan berkunjung ke Kota Tua,” ujarnya. (rachmi/ys)