Tuesday, 14 August 2018

Bikin Video Call Telanjang Langsung Diceraikan Suami

Senin, 7 Mei 2018 — 6:10 WIB
videocalll

MUNGKIN Darmawan, 40, jadi lelaki paling malang se Surabaya. Istri sudah dicukupi segalanya, masih cari “kepuasan” dengan sejumlah lelaki. Melalui video call dengan posisi bugil, Tami, 35, melayani seks jarak jauh dengan sejumlah lelaki. Memergoki hal itu, Darmawan langsung menceraikannya.

Banyak orang sukses beranggapan, istri di rumah asal dicukupi segala kebutuhannya cukup sudah. Mau mobil luks, ada. Pengin rumah bagus, tersedia. Ingin shoping di departemen store, duit tinggal ambil di ATM. Mau makan enak, tinggal cari restoran terkenal. Tapi mereka lupa baha kebutuhan perempuan itu bukan sekedar yang kasat mata (materil).

Darmawan warga Rungkut Surabaya, adalah pengusaha kayu yang sukses. Di gudang miliknya, jenis kayu apa saja ada, kecuali kayu rencekan (kayu bakar). Untuk mempertahnkan kesuksesan itu tidak mudah, sehingga wajar saja Darmawan sering tak di rumah karena kesibukan bisnis. Di rumahpun kebanyakan langsung tidur, tap peduli pada istri dan keluarga.

Utami yang jadi istrinya, sering tersiksa akan sikap Darmawan. Dia di kamar sudah pakai baju yang merangsang, agar suami tergoda. Ternyata suami tidak tanggap darurat syahwat, justru menyarankan istrinya, “Hayooo, dipakai yang bener bajunya. Nanti masuk angin lho…..!”

Hal semacam itu selalu terjadi, sehingga Tami mencari solusi dengan caranya sendiri. Kebetulan dia punya HP canggih, meski kalah canggih oleh HP-nya Caknun, yakni Nokia Kolopaking. Dengan smartphone itu dia mencari hiburan di luar rumah alias di jagad maya.

Sekali waktu dia nyangkut dengan lelaki bernama A dan jadilah dia sebagai teman curhat lewat video call. Lain waktu dapat gebedan baru si B, dan kembali bercurhat ria yang kemudian dilanjutkan mencari kepuasan syahwat lewat video call tersebut. Darmawan selaku suami, tak pernah tau akan kelainan istrinya.

Tapi sekali waktu Tami kena batunya alias ketanggor. Saat dia masih video call dengan posisi bugil, kepergok oleh suaminya. Tentu saja Darmawan kaget, tidak menyangka istrinya punya kelainan semacam itu. Saat diinterogasi Tami mengaku bahwa video call itu untuk memfasilitasi kegiatan unit gawat darurat syahwat. “Jarang di rumah, kecil lagi itu barang.” Kata Utami tanpa tedeng aling-aling.

Darmawan kecewa dan marah, karena ternyata istrinya suka mengecilkan persoalan. Barang demikian gede ndemenakake (menarik) kok dibilang kurang joss. Tanpa konsultasi dengan keluarga besar, dia langsung mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Agama Surabaya. “Biar hanya lewat video, tapi saya tak mau istriku menjadi milik publik.” Kata Darmawan di depan petugas.

Awalnya memang hanya video, lama-lama orangnya langsung Bleh. (JPNN/Gunarso TS)