Sunday, 18 November 2018

Ini Penyebab Hasil Survei Jokowi Melempem

Senin, 7 Mei 2018 — 6:50 WIB
Presiden Jokowi dan Ketua Umum  Partai Gerindra saat menunggang kuda. (Ist)

Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra saat menunggang kuda. (Ist)

JAKARTA – Jokowi mulai melempem. Hasil survei, jumlah pemilih Jokowi di bawah Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. Melorotnya suara itu, diduga ada kebijakan yang tidak pro rakyat.

Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Muzakir yang dihubungi di Jakarta, Minggu (6/5) malam, menilai kalahnya jumlah suara pemilih Jokowi dibandingkan Prabowo, bisa saja saat survei dilakukan karena ada kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

“Misalnya, ketika Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Kemudahan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk bekerja di Indonesia. Saat survei pilpres dilakukan, hasilnya banyak rakyat yang tidak setuju dengan kebijakan itu. Mereka yang tidak setuju akan memilih Prabowo pada Pilpres 2019,” terang Muzakir.

Seperti diberitakan, Lembaga survei Indonesia Network Election Survei (INES) merilis hasil penelitiannya dengan memenangkan Prabowo dari Jokowi. Survei yang dilakukan 12 April hingga 28 April 2018 itu, menyatakan sebanyak 76,3 persen responden menginginkan presiden baru di 2019.

“Dari 2.180 responden adalah 76,3 persen responden menginginkan presiden baru. Sedangkan 21,3 persen responden menjawab dilanjutkan kepemimpinan sekarang dan sisanya sebesar 11,4 persen menjawab tidak tahu,” papar Direktur Eksekutif INES Widodo Tri Sektianto.

Dalam survei tersebut, margin of error kurang lebih sebanyak 21 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun survei itu melibatkan responden yang tersebar di 408 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. (rizal/st)