Saturday, 26 May 2018

Nyok Gelorakan Budaya Betawi

Senin, 7 Mei 2018 — 6:35 WIB

FESTIVAL Palang Pintu Kemang menyedot banyak pengunjung. Bukan hanya warga sekitar yang berbondong-bondong ke lokasi tapi turis mancanegara juga ikut menikmati semaraknya festival kesenian itu.

Sepuluh Tim Palang Pintu dari Jabodetabek unjuk kebolehan dalam festival yang digelar di Jalan Raya Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (6/5). Ribuan pengunjung terpuaskan. Berkali-kali mereka memberikan aplaus terhadap aksi peserta Festival Palang Pintu Kemang.

Klaim panitia menggelar yang ke 13 Festival Palang Pintu Kemang itu bagian dari melestarikan seni budaya peninggalan nenek moyang dan mengenal nilai-nilai budaya Betawi. Bukan cuma kesenian palang pintu, aneka kuliner khas Betawi seperti kerak telor, es slendang mayang, dodol, dan jajanan lainnya juga disajikan.

Upaya menjaga kelestarian budaya Betawi sudah sepantasnya diapresiasi. Rutinnya digelar kesenian bangsa sendiri seperti Festival Palang Pintu Kemang diharapkan mampu mengimbangi gempuran budaya dan kesenian asing yang masuk ke Jakarta.

Urusan melestarikan budaya Betawi, Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4/ 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi maupun Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 229/2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi.

Tujuan dikeluarkannya aturan itu tidak lain melestarikan budaya Betawi, sehingga menjadi ciri khas yang kuat bagi Jakarta. Misalnya dalam Pergub itu, menawarkan beberapa jenis ikon budaya Betawi yang bisa dipilih untuk dipasang di gedung atau perkantoran.

Namun apapun kegiatannya, upaya melestarikan budaya nenek moyang oleh elemen masyarakat harus tetap didukung. Makin eksis budaya bangsa sendiri bisa membentengi generasi penerus dari rongrongan budaya asing.

Di zaman now, budaya Betawi dan budaya nusantara lainnya tetap harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Adalah kewajiban Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno untuk mendorong pemerintah kota dan kabupaten di Jakarta menggelar kegiatan serupa di wilayahnya masing-masing.

Menggeloranya kesenian palang pintu tentu bisa menularkan rangsangan elemen masyarakat dan para seniman menampilkan aneka kesenian Betawi lainnya. Budaya Betawi dan kesenian atau budaya nusantara lainnya tidak boleh luntur dari bumi Indonesia.

Anies-Sandiaga dan tentu didukung political will (kemauan politik) DPRD DKI Jakarta harus secara masif memberikan ruang, waktu, dan tempat, serta anggaran memadai demi lestarinya kesenian dan budaya Betawi ini. Nyok gelorakan budaya Betawi. @*