Tuesday, 14 August 2018

Demi Uang, Banyak Wanita Kostarika Menerima ‘Perkawinan Bisnis’

Selasa, 8 Mei 2018 — 11:03 WIB
ilustrasi pernikahan.(Ist)

ilustrasi pernikahan.(Ist)

KOSTARIKA – Masalah ekonomi menjadi alasan sebagian wanita di Kostarica menerima ‘perkawinan bisnis’ dari pria asal China.

Sementara bagi warga China ini, mereka membutuhkan dokumen pernikahan dengan warga setempat, agar dapat memiliki stats kependudukan di negara Amerika Tengah tersebut sehingga dapat membuka usaha.

Salah satu  wanita yang meneria ‘perkawinan bisnis’ ini adalah Maria (bukan nama sebenarnya).

Perempuan Kosta Rika berusia 46 tahun itu ditawari 100.000 colone atau sekitar Rp2,5 juta untuk menikah dengan seorang pria asal Cina agar dia bisa mendapat status penduduk di negara Amerika Tengah itu.

Maria saat itu bermukim di salah satu kawasan termiskin di ibu kota Kosta Rika, San Jose, dan sangat memerlukan bantuan untuk memberi makan keluarganya.

“Kami tidak punya apa-apa untuk makan,” kata Maria, menjelaskan mengapa dia meyanggupi tawaran menikah tersebut.

Kawasan tempat tinggal Maria dikenal cukup rawan.

“Di daerah sini, semakin sedikit yang Anda ketahui, makin lama Anda hidup,” ujar seorang warga.

Apa yang terjadi pada Maria bukanlah hal unik di area tersebut. Seorang pengacara atau makelar kerap datang ke sana mencari perempuan-perempuan putus asa, kemudian meyakinkan mereka untuk menikahi orang asing yang belum pernah mereka temui.

“Mereka mencari mangsa…Orang-orang di sini sangat membutuhkan. Akan tetapi, walaupun jumlah tawaran mereka tidak seberapa, orang menerimanya tanpa berpikir dua kali,” terang seorang warga lainnya.

Maria, misalnya, menikah tanpa pergi jauh dari rumahnya. Dia hanya masuk ke dalam sebuah mobil, menandatangani akta pernikahan, dan menerima 100.000 colone dengan janji bahwa dia akan segera diceraikan.

Perempuan tersebut mengaku itu saja penjelasan yang dia terima.

“Mereka menunjukkan sebuah foto pria China dan berkata kepada saya, ‘Nona Maria, kamu akan menikah dengann pria ini’,” jelasnya, menirukan penjelasan yang dia terima.

Orang yang memberi Maria uang ternyata menepati janjinya. Beberapa waktu kemudian, dia datang membawa dokumen perceraian.

Selang sekian tahun kemudian, Maria kembali menikahi warga China lainnya demi uang. Begitu pula putri-putrinya, dan teman hidupnya.

Pasar gelap

Pemerintah Kosta Rika mengatakan kasus Maria adalah bagian dari masalah serius yang sulit ditentukan seberapa luas skalanya.

Wakil Jaksa Negara, Guillermo Fernández, mengklaim pihaknya sedang melakukan investigasi terhadap lebih dari 1.000 kasus dugaan pernikahan palsu.

Fernandez khawatir jumlah kasus itu sebenarnya hanyalah “puncak dari gunung es”.

Direktur badan imigrasi Kosta Rika, Gisela Yockchen, menyebut adanya “pasar gelap” pernikahan palsu yang dikelola jaringan kriminal setempat.

Menurutnya, “mafia-mafia” ini beroperasi dengan beragam cara, seperti mencuri identitas seseorang untuk dimasukkan dalam proses administrasi pernikahan dengan orang asing yang mencari status kependudukan atau kewarganegaraan.

Korban modus kejahatan ini, kata Yockchen, baru mengetahui bahwa mereka menjadi korban setelah mendapati status kependudukan mereka berubah dari ‘lajang’ menjadi ‘menikah’.

Dalam kasus-kasus lain, sejumlah orang yang tahu bahwa mereka terlibat dalam pernikahan palsu demi mendapatkan uang tidak segera mendapat akta cerai. Konsekuensinya, status mereka tetap menikah dengan orang yang tidak mereka ketahui ada di mana dan bagaimana mencarinya.

Yockchen mengungkap bahwa orang asing juga sering kali menjadi korban.

Sebuah dokumen resmi yang dilihat BBC menunjukkan seorang warga China yang tidak bisa berbahasa Spanyol , menandatangani dokumen yang dia kira formulir pengajuan kependudukan tapi nyatanya akta pernikahan.

Yockhen mengatakan bahwa dalam aturan imigrasi yang lebih ketat pada 2010, ada beberapa cara untuk mengatasi masalah ini.

Melalui aturan itu, notaris dan pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam pembuatan pernikahan palsu dapat dihukum hingga lima tahun penjara.

Sejak saat itu, status penduduk permanen tidak lagi diberikan secara otomatis kepada warga asing yang menikah dengan warga Kosta Rika.

Warga asing masih bisa mengajukan lamaran izin tinggal setelah menikah dengan warga Kosta Rika dan mendaftarkan akta pernikahan mereka di Catatan Sipil. Namun, izin yang diberikan terbatas hanya satu tahun.

Izin tersebut dapat diperpanjang setiap tahun jika pasangan tersebut memberikan bukti bahwa mereka hidup bersama sebagai suami-istri. Setelah tiga tahun, suami atau istri yang berasal dari luar negeri bisa melamar warga tetap.(tri)