Wednesday, 17 October 2018

Memproteksi Gepeng Musiman

Selasa, 8 Mei 2018 — 6:11 WIB

BULAN Ramadhan tinggal menghitung hari. Menjelang bulan suci, biasanya Jakarta mendadak diserbu gepeng (gelandangan dan pengemis) yang datang dari sejumlah daerah. Ini karena saat bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri umat Muslim lebih banyak bersedekah dibanding hari-hari biasa.

Fenomena ini terjadi setiap tahun dan sulit dicegah. Gepeng tiba-tiba bermunculan di jalan-jalan, jembatan penyebarangan lokasi perekonomian dan titik lainnya. Kecurigaan mereka datang dimobilisasi atau dikoordinatir cukup beralasan. Karena kelompok pengemis bisa berada di titik-titik strategis. Kementerian Sosial memprediksi, sekitar 5.000 gepeng musiman masuk Jakarta setiap bulan puasa hingga Lebaran.

Munculnya gelandangan dan peminta-minta, tak lepas dari persoalan ekonomi masyarakat. Kemiskinan membuat mereka terpaksa mengemis, memanfaatkan suasana Ramadhan untuk mengais rezeki. Bila di daerahnya mereka makmur, tak ada warga yang mau menjadi peminta-minta.
Hanya saja, kemiskinan ini kerap dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggungjawab yang memobilisasi pengemis dari daerah untuk dibawa ke Ibukota. Bos pengemis inilah yang menempatkan anak buahnya di tempat tertentu, dan menerima setoran hasil keringat peminta-minta.

Pengemis dadakan inilah yang kerap bertebaran di Jakarta setiap bulan Ramadhan tiba. Dinsos DKI memetakan, sedikitnya 276 lokasi yang menjadi sasaran operasi kelompok penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Mencegah berbondong-bondongnya pengemis dari daerah, Pemprov DKI dituntut melakukan antisipasi secara komprehensif. Pencegahan lebih efektif dilakukan dari hulu, yakni memproteksi kelompok pengemis supaya tidak keluar dari desanya. Tak ada salahnya bila DKI berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang warga desanya kerap mengeruduk ibukota ketika Ramadhan.

Langkah lainnya, mengimbau masyarakat untuk menyalurkan sedekah ke kotak amal di mesjid, melalui yayasan sosial atau lembaga amal resmi. Tindakan lainnya, meningkatkan pengawasan di lokasi-lokasi rawan gepeng, serta pulangkan pengemis ke daerah asalnya dengan tetap mengedepankan cara-cara manusiawi. **