Sunday, 21 July 2019

Pantau WNA, Imigrasi Jaksel Bentuk Timpora Kecamatan

Selasa, 8 Mei 2018 — 21:14 WIB
Imigrasi Jaksel meresmikan Timpora antar Kecamatan

Imigrasi Jaksel meresmikan Timpora antar Kecamatan

JAKARTA – Imigrasi Jakarta Selatan membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Tingkat Kecamatan Kota Jaksel di kantor Imigrasi Kelas I Jaksel. Selasa (8/5).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jaksel Hamzah mengatakan, nantinya tim gabungan ini akan membentuk posko di setiap kecamatan agar pengawasan kepada WNA bisa maksimal

“Karena kecamatan merupakan wilayah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan tahu dinamika sosial di wilayahnya sendiri,” ucap Hamzah di kantornya.

“Dengan terbentuknya tim ini, akan mudah dalam mengumpulkan informasi tentang keberadaan orang asing. Tim nanti akan membuat posko di kantor kecamatan yang juga bisa menampung informasi atau laporan dari masyarakat,” tambah Hamzah.

Peresmian tersebut juga dihadiri Tiga Pilar Kota Jakarta Selatan Walikota Jaksel Tri Kurniadi, Dandim 05/04 JS Letkol Arh Aji P Nugroho, dan Kasat Intel Polres Jaksel, dan Seluruh Camat, Kapolsek, Danramil se-Jaksel.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Bambang Sumardiono menyatakan peran Timpora Tingkat Kecamatan sangat penting dalam membantu mengawasi pelanggaran keimigrasian yang dilakukan warga negara asing di lapangan

“Jumlah orang asing di Jakarta Selatan terus meningkat hingga 7 Mei sudah menyentuh angka 22.942. Imigrasi tidak bisa mengawasi sendiri orang sebanyak itu,” katanya.

Belum lagi, adanya kemungkinan membludaknya orang asing pasca keluarnya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang diteken presiden beberapa waktu lalu. Juga terkait kebijakan bebas visa yang diterapkan terhadap 169 negara yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 21 Tahun 2016.

“Imigrasi bertugas dalam pengawasan orang asing di Indonesia dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan bangsa. Pengawasan dilakukan mulai orang asing masuk sampai keluar dari wilayah Indonesia,” imbuhnya. (Adji/win)