Thursday, 18 October 2018

Tergoda Pegawai Cantik Boss Kepergok di Gudang

Selasa, 8 Mei 2018 — 7:00 WIB
mama

ANDREAS, 48, lelaki tak tahu diuntung. Dia disebut boss karena menjalankan bisnis mertuanya. Tapi diam-diam dia jatuh cinta pada Watik, 27, seorang SPG-nya yang cantik. Sekali waktu Andreas-Watik kepergok istri bermesraan di gudang. Langsung saja istri minta cerai dan Andreas kembali asal jadi kaum dhuafa.

Orang merintis karier biasanya dari bawah. Tapi ada juga yang berdasarkan kemujuran belaka. Karena istrinya anak pengusaha, maka si mantu diserahi usaha untuk mengelolanya. Jika si mantu mengelola dengan baik, maka usaha akan tambah maju. Tapi jika malah dijadikan ajang untuk mencari WIL, ya alamat bakal bangkrut itu si mantu tak tahu di untung.

Sebetulnya Andreas yang tinggal di kawasan Gubeng ini termausk lelaki mujur. Meski kuliahnya tidak selesai, tapi berkat ketampanan wajahnya berhasil mempersunting perempuan anak seorang pengusaha. Saking sayangnya pada si mantu, Andreas yang kerjanya tidak jelas itu diminta keluar sekalian dan fokus mengelola bisnis milik keluarga mertuanya.

Jadilah Andres seorang direktur perusahaan milik mertua. Pada sebuah gerai usaha garmen, yang jadi kasir adalah istri sendiri, Karin, 40. Dia juga mempekerjakan sejumlah karyawan perempuan. Sedangkan Andres sebagai direktur kerjanya hanya petentang-petenteng mengawasi. Datang sebentar lalu pergi lagi untuk urusan yang lain lagi.

Ternyata belakangan Andreas sering datang ke toko itu. Bukan untuk mengawasi usahanya, tapi “mengawasi” salah satu pelayan tokonya yang memang cukup cantik. Karin sebagai istri tak pernah curiga, karena Andreas tampak biasa-biasa saja pada para pegawainya. Tak ada dari mereka yang nampak akrab dengan sang juragan lelaki.

Padahal dengan salah satu pegawainya bernama Watik, juragan Andreas di luaran suka jalan bareng bahkan tidur bareng di hotel. Jika bukan muhrim tidur berdua di hotel mau ngapain, hayo? Bisa ditebaklah, itu pasti tak jauh urusannya dengan tanggap darurat syahwat.

Andrea-Watik memang pandai main sinetron, sehingga Karin tak pernah mampu mendeteksi apa yang terjadi antara suami dan pegawainya tersebut. Sebab di toko keduanya seakan tak pernah kenal, sangat menjaga jarak. Padahal aslinya bila di kamar hotel, justru tak ada jarak, mereka tak sekedar kenal tapi juga kenal-kenil.

Tapi sepandai-panda tupai selingkuh, akhirnya jatuh juga dari pohon kelapa. Mungkin karena saking ngebetnya, ketika ada peluang Andreas-Watik menyempatkan diri dalam gudang, saat Watik hendak mengambil stok barang. Nah, tanpa disangka-sangka Karin juga masuk ke dalam gudang itu, sehingga memeegoki betapa suami tengah “menelateni” anak buahnya sambil berdiri.

Kontan Karin membanting pintu, keluar dengan dada yang mengkap-mengkap. Jelas-jelas Andreas sudah mengkhianati janji perkawinan itu. Kelihatannya selama ini alim, eh ternyata Andras lelaki paling dzolim. Maka selain memecat langsung Watik, Karin juga segera mendaftarkan gugatan cerainya ke Pengadilan Agama Surabaya.

Karin memang sudah siap dengan segala kemungkinannya. Jika perceraian telah putus, dia akan jadi janda merdeka. Karena usahanya milik ayah sendiri, tak bakalan menjadi harta gono gini yang harus dibagi. Tinggal nantinya Andreas akan jadi lelaki ngebelangsak, duda nelangsa yang tidak punya apa-apa.

Berangkatnya dulu kan hanya modal tit ….eh burung ding. (JPNN/Gunarso TS)