Thursday, 24 May 2018

Gara-gara Bergaji Kecil Bini Tega Mogok Ranjang

Rabu, 9 Mei 2018 — 5:20 WIB
istri

KASIHAN sungguh nasib Wawan, 47, dari Surabaya ini. Hanya karena bergaji kecil, istri mendorong-dorong pindah kerja. Karena tetap tak mau, Ny. Lastri, 42, mengembargo dengan mogok ranjang. Itu berlangsung berbulan-bulan. Karena terlalu lama “puasa” Wawan pun memilih bercerai saja.

Setiap istri mendambakan suami bergaji besar, sehingga apapun keinginannya bisa terpenuhi. Tapi tak semuanya suami seperti itu. Banyak juga yang sudah bekerja mati-matian, gajinya hanya pas-pasan untuk menghidupi keluarga. Tapi karena itu, apakah harus dijadikan alasan untuk bercerai?

Ternyata Ny. Lastri dari kampung Manyar Surabaya, menjawab: ya! Dia memilih diceraikan suami, ketimbang hidup selalu dalam kesusahan. Dia sebetulnya mengembargi suami dalam urusan ranjang hanya untuk menambah semangat cari rejeki, tapi ternyata Wawan memang bukan lelaki tahan uji. Dia juga tak tahan berlama-lama puasa wanita.

Sejak pertama kali kerja, Wawan menjadi pegawai hotel tidak berbintang di Surabaya. Namun demikian kepalanya sering merasa banyak bintangnya, gara-gara pusing memikirkan gaji yang tak cukup untuk membiayai keluarga. Isrtri sudah sering minta Wawan pindah kerja, tapi jawabnya, “Memangnya cari kerja itu gampang?”

Karena suami tak mau pindah cari kerja yang menjanjikan, Lastri jadi males melayani suami di ranjang. Asal dia minta dijawab sedang capek atau sakit, atau mens. Begitu setiap hari menjadikan Wawan selalu berpuasa wanita.

Untuk mengisi rasa sepinya, Wawan jadi suka kongkow-kongkow di warung. Pulang ke rumah hanya utuk tidur belaka. Hal ini menjadikan Lastri sewot. Ributlah suami isrtri ini. Karena tak ada jalan penyelesaian, akhirnya Wawan memilih menggugat cerai ke Pengadilan Agama saja. “Saya mending bercerai sajalah.” Kata Wawan sendu.

Bikin tagar dong, #2018 ganti istri. (JPNN/Gunarso TS)