Saturday, 26 May 2018

Menata Jembatan Timbang dengan Menghapus Pungli

Rabu, 9 Mei 2018 — 5:12 WIB

PENGEMUDI truk masih tak lepas dari aksi pungli dan premanisme sepanjang perjalanan. Tak jarang mereka menerima ancaman jika tidak memberikan upeti.

Itulah keluhan sekitar 80 pengemudi truk logistik kepada Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5/2018). Hal lain yang dikeluhkan terkait dengan peraturan muatan barang di jembatan timbang.

Keluhan ini tentu saja tidak mengada – ada. Sejak dulu pungli kepada pengemudi truk tidak terbantahkan. Seolah pungli tidak pernah tuntas diberantas.

Operasi digelar, pungli menghilang. Selesai operasi, pungli datang lagi.

Lantas di mana letak permasalahannya? Jawabnya cukup rumit. Mengingat pungli itu terjadi karena ada dua kepentingan yang saling bersinggungan.

Pungli terjadi karena ada yang memberi dan meminta. Tersirat dari keluhan pengemudi truk, mereka mesti memberi karena terancam.Bisa karena keselamatan, boleh jadi jadi karena keterpaksaan.

Jika diurai sangat panjang sehingga terpaksa harus menguras kocek untuk memberi sejumlah uang kepada oknum atau preman agar perjalanan lancar, muatan pun aman.

Lepas dari sejumlah persoalan yang dihadapi pengemudi truk, batas muatan tetap menjadi kewajiban yang harus ditaati bersama.

Di satu sisi pengemudi truk wajib mematuhi aturan batas muatan sesuai kapasitas truk yang dibawanya. Di sisi lain, wajib pula menerapkan aturan main yang jelas dan tegas kepada semua truk yang melanggar batas muatan. Dalam hal ini, petugas jembatan timbang , sebagai pengawas batas muatan di suatu daerah.

Kita sepakat dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang berjanji menertibkan dan menata jembatan timbang. Pengelolaan akan dikendalikan pemerintah pusat bersama Kementerian terkait.

Tentu saja menata kembali jembatan timbang, termasuk di dalamnya yang tak kalah pentingnya menghapus adanya pungli. Sebab, pengelolaan bisa saja saja diambil pemerintah pusat, tetapi jika peluang terjadinya pungli masih terbuka, maka target memberantas pungli sulit tercapai.
Apalagi jika mengacu kepada realitas hampir 80 persen truk melampaui batas berat muatan atau volume.

Artinya memberantas pungli perlu keterlibatan semua pihak. Tidak saja petugas di lapangan, pengemudi truk, juga pemilik barang untuk taat aturan. Tanpa kesadaran atas aturan, peluang pungli akan terjadi. (*).