Saturday, 21 September 2019

Ternyata, Saat Kerusuhan Ada 4 Terduga Teroris Menuju Mako Brimob

Jumat, 11 Mei 2018 — 16:51 WIB
Kadiv Humas Polri yang juga ketua perbakin DKI Jakarta, Irjen Pol. Setyo Wasisto.

Kadiv Humas Polri yang juga ketua perbakin DKI Jakarta, Irjen Pol. Setyo Wasisto.

JAKARTA – Kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, ternyata mengundang terduga teroris datang. Pada Kamis (10/5/2018) pukul 01:35 polisi menangkap empat terduga teroris di Jalan Stasiun Tambun, Mekarsari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan informasi awal didapatkan dari intelejen. Diduga keempat orang yang berinisial AM, HG, RA dan JG akan menuju ke Rutan Mako Brimob berniat membantu napi teroris yang bentrok dengan petugas.

“Polisi mendapat informasi intelijen bahwa akan ada sekelompok orang yang akan menuju Mako Brimob utk membantu rekan-rekan napi teroris yang melakukan perlawana pada petugas di Rutan Salemba cabang Mako brimob. Dari hasil informasi intelijen tersebut polisi bergerak dan menangkap empat orang,” katanya di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/5/2018).

Setyo menuturkan setelah penangkapan empat orang dibawa ke Jakarta sekitar pukul 05:30 untuk pemeriksaan lebih lanjut menggunakan mobil. Dalam perjalanan dua dari empat orang terduga teroris melakukan perlawanan terhadap petugas. RA dan JG berusaha mencekik petugas hingga borgol terbuka.

(Baca: Penikam Brimob Simpan Pisau di Bawah Kemaluannya)

Petugas kemudian melakukan tindakan dengan tegas dengan menembak RA dan JG karena berusaha merebut senjata.

“Kemudian anggota melakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan prosedur yang mengakibatkan luka tembak kepada terduga teroris atas nama RA dan JG tersebut. Keduanya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara namun setelah lebih kurang dua jam mendapat perawatan RA yang meninggal dunia sedangkan JG masih dalam perawatan,” jelasnya.

Dari keempat terduga teroris polisi menyita barang bukti satu sebuah sangkur kedua, sebuah belati, amunisi kaliber 9 milimeter sebanyak 25 butir, paku tembak sebanyak 25 buah, ketapel sebanyak 2 buah, busur besi sebanyak 3 buah, peluru gotri sebanyak 69 b‎utir, golok sebanyak 2 buah dan peluru senapan angin sebanyak 48 butir

Setyo mengungkapkan dari pemeriksaan awal keempat terduga teroris bagian dari jaringan Jamaah Anshar Daulah (JAD) Bandung.

“Dari hasil pemeriksaan sementara diperoleh informasi yang pertama bahwa keempat terduga teroris tersebut merupakan jaringanJamaah Anshar Daulah ( JAD) Bandung atau Jawa Barat yang akan bergerak ke Jakarta khsusunya ke Mako Brimob Kelapa Dua,” tandasnya. (ikbal/yp)