Thursday, 16 August 2018

Berburu Jabatan Cawapres Cak Imin Lupa Hadits Nabi?

Sabtu, 12 Mei 2018 — 6:00 WIB
imicak

MAKIN ke sini Cak Imin semakin ngebet menjadi Cawapres. Karena Jokowi hanya PHP (Pemberi Harapan Palsu), dia melirik Capres Prabowo. Katanya kemudian, baik Jokowi maupun Prabowo hanya akan menang asal bercawapres dirinya. Sebagai Ketum PKB, mestinya Cak Imin tak lupa hadits Nabi bahwa jabatan tak boleh meminta.

Jadi Wapres tahun 2019 memang sangat strategis, sebab dia bakalan punya peluang jadi Cawapres 2024. Dan Cak Imin atau Muhaimin Iskandar sangat berambisi ke situ. Sebagai Ketum PKB, dia merasa punya modal massa Islam terbesar dari NU. Makanya dia sangat all out ingin merebut posisi itu, sehingga terkesan sangat ambisius.

PKB jauh-jauh hari sudah menyatakan dukungannya ke Jokowi. Tapi sayangnya, melihat ambisi Cak Imin untuk jadi Cawapres, Capres inkamben itu hanya senyum-senyum dan bilang bogas-bagus melulu. Dalamnya laut dapat diduga, dalamnya hati Jokowi siapa tahu?

Karena berbagai manuver Cak Imin hanya ditanggapi dingin oleh Jokowi dan partai pengusung PDIP beserta koalisinya, rupanya mulai sadar bahwa Jokowi hanya PHP terhadap dirinya. Sebelum benar-benar patah hati, dia kini melirik Capres Prabowo. Setelah sebelumnya bilang bahwa Jokowi hanya menang jika bercawapres dirinya, kepada Prabowo juga mengatakan hal sama.

Partai pendukung Jokowi pun akhirnya sampai bilang, jika merasa Capres siapapun baru akan menang asalkan bercawapres dirinya, kenapa tidak Nyapres sekalian, ketimbang tanggung-tanggung? Apa lagi Capres poros ketiga hingga kini juga belum terbentuk, dan dia punya partai sendiri, bukannya seperti Rizal Ramli dan Gatot Nurmantyo.

Agaknya Cak Imin menyadari bahwa nilai jualnya kurang untuk posisi Capres, dan logistiknya siapa yang dukung? Maka kini yang digeber untuk posisi Cawapres saja, meski caranya sangat maksa banget. Padahal sebagai Ketum PKB dan lulusan MAN (Madrasah Aliah Negri), tentunya dia masih ingat hadits Nabi yang mengatakan, “Aku takkan memberikan jabatan pada orang yang meminta.”

Ketika orang minta jabatan, dan misalkan dikabulkan, apa pula doanya? Sebab Islam mengajarkan, seseorang yang menerima sebuah jabatan agar mengucapkan doa: Inna lillahi wainna ilaihi rojiun. Sebab memegang jabatan itu tanggungjawabnya sangat berat sekali. – gunarso ts