Tuesday, 14 August 2018

Dia Lebih Puas dengan Dildo Padahal Suami Bukan Pekok

Minggu, 13 Mei 2018 — 5:03 WIB
iddd

NAMANYA Rocky Garang, 37, tapi ternyata dia tidaklah garang di ranjang. Saat menafkahi batin istri, Rusmiati, 35, hanya seperlunya saja. Tentu saja sang istri kecewa, sehingga dia memuaskan diri dengan dildo atau alat bantu seks. Sebagai suami yang tidak pekok, Rocky Garang tentu saja tersinggunglah.

Kata pakar petualangan asmara, wanita yang berpostur mbongkok udang sangat kuat dalam urusan ranjang, jika tak mau disebut doyan. Maka yang jadi suaminya harus belajar Ilmu Kamasutra, yang membahas pernik-pernik hubungan suami istri. Sebab jika suami tak mampu mengimbangi, akan dituduh lelaki “jago godhogan”, enaknya hanya dibuat ingkung, bukan petarung di atas ranjang.

Rusmiati yang tinggal di Tenggilis Surabaya, memang agak kasep berumah tangga. Dalam usia 33 tahun dia baru naik ring melawan Rocky Garang yang sama-sama juga perjaka tua. Mungkin karena terlambat menikmati surganya perkawinan, Rusmiati ini jadi kemaruk, seperti orang doyan makan setelah lama sakit. Bagaikan orang minum obat saja, Rusmiati selalu menuntut tiga kali seminggu sesendok makan.

Sayangnya, meski suaminya bernama Rocky Garang, tapi pegawai swasta sering dinas luar kota itu tidaklah garang di ranjang. Permainannya sangat standar, seperlunya saja. Ibarat mobil, asal bisa nggelinding, tanpa mau pakai asesoris sama sekali. Padahal maunya Rusmiati, suaminya ini harus kaya inovasi. Tapi ketika Rusmiati mengeritiknya, jawab Rocky Garang malah muter-muter. “Seks itu bukan tujuan, itu hanyalah sistim agar manusia berketurunan, berkembang biak di muka bumi”, kata Rocky Garang.

Secara kebetulan Rusmiati ini memang berpostur mbongkok udang, sehingga menurut ilmu katurangganing wanita, dia sangat kuat nafsunya dalam urusan ranjang. Celakanya dia ketemu Rocky Garang yang garing dalam urusan bermesraan. Rocky Garang tak pernah bikin istrinya gereng-gereng (mengaduh) karena keasyikan dalam urusan ranjang.

Diam-diam Rusmiati membeli alat bantu seks (dildo) lewat toko online. Maka setiap habis melayani suami, di kala suami tidur dia asyik dengan mainannya di dalam kamar mandi. Sekali dua kali aman-aman saja, tapi kesekian kalinya Rocky Garang memergoki istrinya bermain-main dengan dildonya.

Rocky Garang memang bukan suami pekok, sehingga perilaku istrinya itu membuatnya tersinggung. Masak suami dikalahkan oleh benda plastik tanpa makna? Dia pun protes dan minta benda aneh itu dibuang saja. Tapi Rusmiati tau ambil pusing akan saran suami. “Ibarat makan, ini kan menu penutup,” kata Rusmiati membela diri.

Rupanya Rusmiati makin nekat dan ketagihan. Belakangan tanpa malu-malu berdildo ria di depan suaminya. Tentu saja Rocky Garang jadi cemburu pada benda plastik itu. “Kalau kamu tak mau menghentikan perbuatan burukmu itu, mendingan kita cerai saja.” Ancam Rocaky Garang, kali ini mencoba garang, tapi bukan di ranjang.

Ternyata Rusmiati tidak takut akan ancaman suami, dia terus asyik masyuk dengan hobi tak terpuji itu. Tak mau dianggap suami pekok yang medok (lembek), Rocky Garang pun mendaftarkan gugatan perceraian di Pengadilan Agama Surabaya. Dia siap hidup menyendiri lagi, ketimbang tak direken oleh istri.

Setelah menduda, mau ngapaian? Beli dildo pula? (JPNN/Gunarso TS)