Tuesday, 17 September 2019

Soal Teror, Nasdem: Presiden Harus Tegas Ganti Yang Tidak Perlu

Minggu, 13 Mei 2018 — 14:32 WIB
surya paloh

JAKARTA –Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengkritik keras terjadinya aksi teror akhir-akhir ini. Dalam waktu berdekatan terjadi aksi teror yang diawalai dari kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok dan hari ini, Minggu (13/5) terjadi aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.

Surya Paloh dalam pernyataannya mengecam aksi teror tersebut. Tapi dia juga mengingatkan agar Presiden Joko Widodo bertindak tegas atas tragedi-tragedi yang terjadi. “Sekali lagi saya katakan, Presiden harus bertindak tegas kali ini. Repositioning (ganti –red) siapa saja yang perlu,” katanya, Minggu (13/5).

Dengan sikap tegas Presiden, lanjut Paloh, akan membuktikan bahwa  negara hadir untuk mengatasi setiap masalah terutama kasi teror oleh para teroris. “Buktikan bahwa negara bisa mengatasi bahaya terorisme ini,” ucap Paloh.

Paloh menjelaskan, kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, dan teror bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya menunjukkan ada yang tidak beres dengan kinerja aparat penegak hukum. Sehingga, Badan Intelijen Nasional (BIN) harus bisa bekerja lebih keras untuk mengantisipasi ini.

“Dua hari berturut-turut, aksi teroris terjadi di negeri ini. Dan hal ini memberikan gambaran ketidak mampuan aparatur penegak hukum kita,” tegasnya.

Menurutnya, jika aksi teror yang terjadi di Indonesia tak bisa diantisipasi, hal itu bisa berdampak pada sektor lain seperti ekonomi. “Presiden harus benar-benar mengambil sikap atas kejadian itu. Kalau kita tidak mampu meng-handle bahaya teror yang ada, kekecawaan, kesedihan, bahkan ketakutan, akan berdampak pada sektor lainya,” ujarnya.(us)