Tuesday, 14 August 2018

Anak Terkapar di Rumah Sakit Bapak Terlena di Pelukan WIL

Senin, 14 Mei 2018 — 6:54 WIB
nikmat

IBU cap apa yang tak sakit hatinya, ketika memergoki suami kelonan dengan WIL, padahal anak sedang terkapar di rumahsakit. Tak terima disia-siakan, Ny. Kustirin, 28, terpaksa melaporkan suami sendiri, Sarwenda, 30 ke polisi. Dan kini bersama WIL-nya Sarwenda ditahan.

Di era gombalisasi ini, praktisi selingkuh semakin muda saja. Jika punya WIL karena jenuh di rumah, biasanya dilakukan oleh pria-pria usia kepala 4 ke atas. Tapi sekarang usia 30 tahun sudah jadi praktisi selingkuh, berarti baru 1-2 tahun punya bini sudah bosan dengan pasangannnya. Gejala apa pula ini? Suami atau istrinya yang pekok?

Sarwenda yang tinggal di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, sebetulnya menikah baru 2 tahun lalu. Tapi sebegitu muda usia perkawinannya, dia sudah memiliki tokoh alternatif, bahkan dalam hatinya bertekad: #2019 ganti bini! Cuma bedanya, Sarwenda tak mau pakai atau pesan kaos semacam itu ke tukang sablon.

Gadis yang dijadikan WIL Sarwenda memang cukup cantik, terpelajar pula. Beda dengan istrinya, terlalu lugu pemikirannya, jika tak mau disebut: ndeso! Dia kenal dengan gadis itu karena sama-sama sebagai pegawai di perusahaan swasta. Bedanya, Sarwenda karyawan lama, sedangkan Nurul, 22, pegawai baru. Karenanya dia tak tahu persis siapa sebetulnya Sarwenda ini.

Kali pertama ketemu Nurul, otak Sarwenda memang langsung ngeres. Maka ketika berkenalan, dia enteng saja mengaku sebagai perjaka ting ting, meski sebetulnya sudah biasa tingkrang-tingkring. Kenapa Sarwendo sampai sebegitunya terhadap Nurul? Sebab dia ingin gadis itu menjadi tokoh alternatip, jika misalnya harus membentuk poros kedua.

Karena pengakuannya tersebut, perkenalan Sarwenda-Nurul seperti tanpa jarak. Maksudnya, mereka pergi berdua juga tanpa risih. Bahkan pada akhirnya, keduanya benar-benar tak berjarak dalam hubungannya, karena jarak antar perut mereka tinggal 0,5 cm. Pendek kata menyatu dalam jiwa, raga dan rasa!

Karena mereka “bermain” di kandang sendiri, lama-lama isyunya nyampai juga ke Kustirin istrinya di rumah. Tapi sebagai perempuan lugu dan tidak berpikiran macam-macam, kabar itu dianggapnya isyu atau hoax belaka. Kalau benar-benar punya WIL, mestinya pulang kerja suka telat, hari Minggu tak di rumah, dan gaji tak diterima utuh. Bagi Kustirin, suaminya yang santun dan seiman itu tak mungkinlah macem-macem.

Tapi saat anak semata wayangnya, Ninik, yang baru usia setahun itu sakit dan terkapar di rumah sakit, dia mulai curiga. Soalnya, Sarwenda jarang ikut menunggui di RS. Ketika sudah dua hari suami tak bezuk, rasa curiganya mulai berkembang. Info lama diolah lagi, dan ditambah data-data baru ternyata ditemukan alamat, Sarwenda sering datang ke rumah kos-kosan Nurul di Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Anak yang terkapar di rumahsakit dititipkan kepada salah satu adik iparnya, dan Kustirin mencoba melacak ke alamat itu. Ternyata benar. Di rumah tersebut dia mendapati suaminya sedang terlena kelonan bersama WIL-nya dalam kondisi tanpa busana. Langsung saja dia lapor polisi dan pasangan mesum itu digelandang ke Polsek Ilir Barat I. Sarwenda tak berkutik, karena memang betul apa yang dilaporkan istrinya.

Gak jadi nikah, malah #tahun 2019 ganti ruangan alias masuk sel. (KC/Gunarso TS)