Thursday, 18 October 2018

Dicari Tontonan yang Mendidik

Senin, 14 Mei 2018 — 6:40 WIB
nontontv

MENONTON acara anak-anak di TV, apa komentar Anda? Ya, banyaklah ya. Berapa stasiun televisi yang sudah punya acara khusus untuk anak-anak. Bersyukur kalau sudah ada. Tapi, bolehlah ya kalau dibilang bahwa materinya masih didominasi oleh produk luar.
Film anak-anak misalnya, pemirsa paham deh. Coba tonton pasti yang banyak ya dari luar, terutama kartoon. Film anak-anak dalam negeri boleh dibilang sedikit banget.

Jadi kalau kita mau mengajak anak-anak kita nonton TV untuk mengalihkan perhatian mereka dari HP, masih sulit. Karena kurangnya pilihan acara, nggak ada yang menarik? Kata mereka lebih baik nonton di HP. Mau nonton apa saja ada. Betul?

Ada sih cerita soal anak-anak atau santri di pesantren. Ternyata isinya hanya soal kenakalan para santri. Memangnya nggak bisa menggarap hal yang baik dan bisa menyentuh hati, begitu? Misalnya perjuangan santri sampai juara hafal Al Quran? Yah, sudahlah, memang barangkali, kemampuannya hanya segitu? Mau dikata apa lagi?

Cuma apa para pengasuh pesantren nggak tesinggung? Betul itu hanya cerita fiktif, tapi bagi penonon apa yang dilihat dianggap itulah gambaran kelakuan anak-anak santri di pesantren.

Nah, sekarang anak-anak disuguhi tontonan dari luar. Mau nggak mau ditonton. Karena ceritanya bagus dan menarik. Bahkan mereka sebegitu apalnya dengan para tokoh fiktif tersebut. Mereka pun banyak yang meniru gaya dan gerak- geriknya.

Masih bersyukur ada para pengusaha yang kreatif. Mereka membuat produk mengambil cerita dan para tokoh idola anak-anak tersebut. Dari mainan, perangkat sekolah, makanan yang bergambar dan berbentuk tokoh kartoon.

Ya, lumayanlah walau hanya sekadar meniru? -massoes