Thursday, 16 August 2018

Jika Indonesia Bangsa Pekok Lalu Amien Rais Bangsa Apa?

Senin, 14 Mei 2018 — 6:45 WIB
pekok

AMIEN Rais kembali menghantam pemerintahan Jokowi. Dalam ceramahnya dia bilang bahwa Indonesia itu memang bangsa pekok (idiot). UU Migas justru berpihak ke asing. Meski kita butuh, tapi karena UU istimewakan asing, gas alam dikirim ke China. Pertanyaannya, jika Indonesia bangsa pekok, lalu Amien Rais sendiri bangsa apa?

Saat menjadi Dirut PLN (2009-2011) Dahlan Iskan pernah kelabakan betapa sulitnya mencari gas untuk menggerakkan PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas). PLN tak bisa beli gas alam dalam negeri, sebab gas kita sudah diborong China. Jaman Dahlan Iskan, BPK sampai menilai PLN berpotensi rugi Rp 37 triliun demi motto: tak ada pemadaman.

Kenapa PLN perusahaan BUMN justru dikalahkan dengan China? Karena UU Migasnya mengatakan, bahwa gas alam diutamakan untuk diekspor. Kebutuhan dalam negeri baru bisa menggunakan jika ada kelebihan. Padahal, gas yang dijual ke China itu juga kelewat murah.

Beberapa hari lalu dari Yogyakarta Amien Rais kembali mengungkit ketidak adilan tersebut. Dalam ceramahnya di Mesjid Atthohirin dia mengritik kebijakan pemerintah sebagai Indonesia bangsa pekok. Kalau tidak pekok mana mungkin kebutuhan dalam negeri dikalahkan oleh kebutuhan asing?

Pengamat perminyakan Kurtubi yang kini anggota DPR di Komisi VII mencoba meluruskan. UU Migas Nomor 22 Tahun 2001 sudah dicabut MK tahun 2004. Maksudnya, pasal-pasal yang mengistimewakan asing itu sekarang sudah tak berlaku lagi. Maka kalau mantan Ketua MPR itu hendak menyalahkan, mustinya kepada Megawati maupun SBY yang berkaitan dengan kebijakan tersebut.

Maka Kurtubi menilai, serangan bapak reformasi itu sebagai salah alamat. Presiden Jokowi tidak tahu apa-apa. Sayangnya, ketika UU Migas itu sudah direvisi, agaknya Amien Rais tidak tahu. Atau juga tahu, tapi tidak tahu kapan UU tersebut berlaku efektif. Sebab faktanya Dirut PLN Dahlan Iskan di tahun 2009 masih jadi korban UU tersebut. – gunarso ts