Thursday, 24 May 2018

JR Saragih Tidak Mau Hadir

Demokrat Dukung Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Pilgub Sumut

Selasa, 15 Mei 2018 — 22:37 WIB
Suasana debat Pilgub Sumut

Suasana debat Pilgub Sumut

MEDAN – JR Saragih mantan Ketua DPD Demokrat Sumut tidak hadir saat Partai Demokrat mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023 Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) di Tiara Medan Convention Center Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (15/5/2018).

Seperti diketahui, JR Saragih tadinya adalah calon Gubernur yang diusung oleh Partai Demokrat. Namun Bupati Simalungung ini diberhentikan karena sedang menjalani persoalan hukum terkait Pilgub Sumut 2018-2023.

JR Saragih batal jadi calon gubernur karena ijazah SMA-nya bermasalah sehingga dianulir oleh Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara.

Setelah gagal jadi calon gubernur, JR Saragih justru mendukung Djarot-Sihar. Namun Demokrat sebaliknya mendukung Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan Partai Demokrat mendukung Bapak Edy dan Pak Musa Rajekshah pada Pilgub Sumut 2018-2023.

Walau Partai Demokrat menyatakan dukungan kepada pasangan Eramas, namun JR Saragih justru mendukung pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Bahkan, dukungan ini disampaikan Bupati Simalungun itu jauh sebelum Partai Demokrat menyatakan arah dukungannya.

Seperti diketahui, JR Saragih bersama Ance Selian awalnya berniat maju pada Pilgub Sumut 2018-2023. Pasangan ini diusung oleh Demokrat, PKB dan PKPI. Namun dalam prosesnya, KPU Sumut menyatakan pasangan ini tidak memenuhi syarat sebagai kontestan Pilgub Sumut 2018-2023.
eputusan DPP Partai Demokrat yang memberikan dukungan ke pasangan Edy Rahmayadi – Musa Rajeckshah (Eramas) di Pilgub Sumut 2018 menuai sikap kontra dari beberapa Kader Partai Demokrat Sumut.

Tiga pengurus Partai Demokrat Sumut yakni Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) Ronald Naibaho, Wakil Koordinator Bidang Seni dan Artis Lasni Sitorus dan Anggota KPP Edi Sughandhy memilih mundur dari Partai Demokrat.

Ronald Naibaho menyebut surat pengunduran dirinya dan dua rekannya sudah diserahkan kepada Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut dan KPU Sumut.

Alasan pengunduran diri kader, antara lain karena tidak sepaham dengan DPP Partai Demokrat dalam hal dukungan kepada pasangan calon di Pilgubsu 2018.

“Pada Pilkada Sumut 27 Juni 2018 yang akan datang, pilihan saya berbeda dengan yang diputuskan DPP Demokrat, maka dengan ini saya dengan sadar menyatakan mundur dari anggota dan jabatan Ketua BPOKK Partai Demokrat Sumut periode 2016-2021,” kata Ronald.

Selain alasan itu, pengunduran diri Ronald juga karena pencopotan Ketua DPD Partai Demokrat Sumut JR Saragih yang dinilai tidak sesuai mekanisme dan Peraturan Organisasi Nomor : PO.03/DPP.PD/IV/2013 tentang Jangka Waktu Kepengurusan dan Pelaksana Tugas Partai. (samosir/b)