Saturday, 20 October 2018

KPU Menilai Sudrajat – Ahmad Syaikhu Ciderai Demokrasi

Selasa, 15 Mei 2018 — 0:23 WIB
Sudrajat - Ahmad Syaikhu saat memamerkan kaos bertulisan 2019 Ganti Presiden awal pemicu kerusuhan debat di Balairung UI Depok. (anton)

Sudrajat - Ahmad Syaikhu saat memamerkan kaos bertulisan 2019 Ganti Presiden awal pemicu kerusuhan debat di Balairung UI Depok. (anton)

DEPOK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat secepatnya melakukan rapat koordinasi berkaitan dengan insiden yang terjadi saat debat calon gubernur dan wakil gubernur (Cagub dan Cawagub) Provinsi Jabar tahun 2018 hingga membuat kisrus debat di Balairung, Universitas Indonesia (UI) Depok, Senin (14/2018) malam.

“Kami secepatnya merapatkan masalah ini. Bahkan kalau perlu besok pagi sudah mulai dirapatkan buntut kasus statemen pasangan calon (Paslon) nomor urut 3 Sudrajat – Ahmad Syaikhu yang menyebutkan ‘Kalau pasangan nomor urut 3 memang. Insya Allah 2019 Ganti Presiden sambil mengeluarkan kaos warna putih bertuliskan ‘# 2019 Ganti Presiden,” kata Ketua KPU Propinsi Jawa Barat, Yayat Hidayat usai menyaksikan debat tersebut.

“Yang jelas saya sangat menyayangkan atas apa yang terjadi tadi. Saya sudah ngomong ke Bawaslu Pak Yusuf, besok kita akan rapat bersama kira-kira bagaimana penilaian Bawaslu dan KPU Provinsi Jabar terhadap insiden tadi. Termasuk masalah pelanggarannya seperti apa, nanti kita kaji dulu,” ujarnya prihatin.

TIDAK MENDIDIK

Padahal lanjut Yayat pihaknya sudah mengimbau kepada seluruh paslon dan tim kampanye untuk berkontestasi sesuai dengan tema debat pada hari ini yaitu tentang lingkungan hidup. “Sayang aja. Debat ini melenceng dengan tema yang sudah ditentukan. Acara ini kan diseting bukan hanya oleh KPU, tetapi didiskusikan bersama-sama dengan tim kampanye paslon,” katanya.

Menurut dia, yang jelas akibat statemen Cagub nomor urut 3 Sudrajat saat closing statemen tengah mencederai demokrasi itu sendiri. Demokrasi adalah kompetisi yang harus damai dan fair. Karena insiden demokrasi ini tentu jadi tercoreng.

“Kalau situasi beginikan sudah menciderai demokrasi. Mudah-mudahan nanti di debat kandidat ke 3 tidak terulang lah,” katanya.

Sejumlah simpatisan pasangan lain juga menilai aksi itu sudah diluar dari konteks debat Pilgub Jabar 2018. “Sangat disayangkan debat yang awalnya bagus dinodai dengan aksi provokator yang tidak mendidik dari pasangan nomor urut 2 Sudrajat dan Ahmad Syakhu,” kata Rudi, satu penonton di Balairung UI Depok. (anton/b)