Saturday, 26 May 2018

Anwar Ibrahim Dijadwalkan Bebas dari Penjara,

Rabu, 16 Mei 2018 — 7:31 WIB
Anwar Ibrahim masuk menjalani hukuman lima tahun mulai

Anwar Ibrahim masuk menjalani hukuman lima tahun mulai

MALAYSIA– Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim hari ini direncanakan bebas dari hukuman penjara dalam kasus sodomi, lebih awal dari jadwal pembebasan semestinya 8 Juni mendatang.

Anwar, 70, dijatuhi hukuman penjara lima tahun di bawah rezim Najib Razak pada Maret 2014 dalam kasus sodomi kedua, kasus yang oleh pemimpin de facto Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu dan para pendukungnya disebut sebagai rekayasa politik untuk menghadang sepak terjangnya.

Ia mulai menjalani hukuman penjara pada 10 Februari 2015 setelah permohonan kasasinya ditolak dalam kasus sodomi terhadap mantan asistennya, Mohd Saiful Bukhari Azlan.

Kasus yang sama juga pernah digunakan oleh PM Mahathir Mohamad pada tahun 2000 untuk membungkam politikus yang semula digadang-gadang untuk meneruskan kekuasaannya saat Mahathir masih berkuasa.

Pembebasan lebih awal ini dimungkinkan lewat mekanisme permohonan pengampunan kepada raja yang diajukan oleh Anwar Ibrahim menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu Rabu lalu (09/05) di bawah komando Mahathir Mohamad.

Jika semuanya berjalan sesuai jadwal, Rabu ini (16/05) Lembaga Pengampunan di bawah raja Malaysia akan mempertimbangkan permohonan pengampunan Anwar Ibrahim. Lantas raja yang berkuasa di Malaysia, Yang Dipertuan Agong Sultan Muhammad V akan mengeluarkan keputusan.

Salah seorang pengacara Anwar Ibrahim, Latheefa Koya, menuturkan meskipun semuanya tergantung kepada raja, termasuk berapa lama raja memerlukan waktu untuk mempelajari rekomendasi, kemungkinan raja akan cepat menentukan keputusannya.

“Selama ini kita tidak tahu bagaimana sebuah lembaga memberi rekomendasi kepada Agong (raja). Yang sudah diketahui adalah semua sudah bersedia untuk mendengar, duduk dalam musyawarah dan membuat keputusan. Besar kemungkinan keputusan itu tidak memerlukan waktu lama,” jelasnya kepada BBC News Indonesia, Selasa (15/05).

Perdana Menteri Mahathir Mohamad telah mengatakan mantan wakilnya yang juga mantan musuhnya itu akan dibebaskan pada hari yang sama begitu raja mengambil keputusan.
Mengapa pengampunan raja?

Di masa kampanye pemilihan umum, Mahathir Mohamad yang menyeberang ke kubu oposisi dari UMNO dan Barisan Nasional, partai dan koalisi yang pernah dinahkodainya selama 22 tahun, berjanji akan mengupayakan pembebasan Anwar Ibrahim jika koalisi oposisi Pakatan Harapan menang.(bbc)