Thursday, 15 November 2018

Akibat Bom Surabaya

Beberapa Negara Keluarkan Travel Advice, Wisata Indonesia Bisa Terpuruk

Rabu, 16 Mei 2018 — 1:45 WIB
wonder

JAKARTA – Pasca-serangan bom bunuh diri di Jawa Timur, sejumlah negara langsung mengeluarkan imbauan atau travel advice bagi warganya yang berada di Indonesia.

“Serangan terorisme itu berdampak langsung kepada sumber ekonomi. Tak hanya pariwisata, tapi juga investasi yang akan masuk ke Indonesia,” kata Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, Selasa (15/5/2018).

Jika ini terjadi, ia mengaku butuh waktu lama untuk pemulihan terhadap kondisi ekonomi. Sebelumnya, Kementerian Pariwisata menyebut travel advice (imbauan perjalanan), bukan berarti larangan berkunjung ke Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti di Jakarta, mengatakan travel advice dikeluarkan oleh beberapa negara yaitu Inggris, Australia, Amerika, Cina, Hong Kong, Singapura, dan Irlandia.

“Kemenpar sangat menghargai dan memandang hal tersebut sebagai sebuah kewajiban negara untuk melindungi warganya yang berada di negara lain, bukan sebagai larangan berkunjung,” kata Guntur.

Kedubes Inggris di Indonesia menyarankan warganya untuk terus memantau media lokal soal pembaruan informasi serangan teror. Bila berada di area Surabaya, diminta berhati-hati dan mengikuti saran dari otoritas lokal.

Kedubes Singapura dan Kedubes Amerika Serikat (AS) juga menyarankan warganya yang bepergian ke atau sudah di Surabaya agar berhati-hati, waspada dan mengambil tindakan pencegahan. “Teroris mungkin menargetkan kantor polisi, tempat ibadah, lokasi wisata, pusat transportasi dan tempat umum lainnya,” demikian pernyataan di laman resmi Kedubes Amerika Serikat.

Wakil Ketua Pansus RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Arsul Sani, mengungkap revisi Undang-Undang (UU) No15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme semestinya sudah jadi Undang-undang. Namun karena satu pasal mengenai definisi terorisme, pengesahannya pun jadi terganjal.

Terhadap definisi ini, ia menambahkan fraksi di DPR meminta agar dimasukan frase motif politik, motif ideologi. Ini dianggap sebagai titipan untuk membuka ruang yang lebih luas terhadap peran TNI.

Atas dasar itu maka RUU teresebut perlu mengakomodir masuknya keterlibatan TNI dalam memberantas terorisme untuk mendukung pencegahan terjadinya aksi teror di masyarakat. (johara/rizal/bi/ird)