Wednesday, 17 October 2018

Bergurau Bawa Bom, Penumpang Lion Air Dipaksa Turun

Rabu, 16 Mei 2018 — 21:53 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Bila ingin naik pesawat jangan sekali-sekali bercanda atau bergurau yang dapat membuat panik penumpang lain. Akibatnya fatal dan diturunkan paksa dari dalam pesawat.

Seperti yang dialami oleh penumpang Lion Air pesawat 737-900ER dengan penerbangan nomor JT 291 rute Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau (PKU) Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng berinisial DB. Sambil bergurau soal bom ketika proses boarding (masuk ke pesawat) kepada salah satu awak kabin (flight attendant/FA) mengaku sebagai seorang teroris dan membawa bom dalam tas.

Akibat ulah penumpang di kursi 9C berinisial DB ini 200 penumpang dewasa dan semua barang bawaan dan kargo, harus kembali ke terminal keberangkatan untuk dilakukan tahapan pengecekan ulang kembali (screening).

Atas kerjasama yang baik di antara kru pesawat, petugas layanan di darat (ground handling) dan petugas keamanan (aviation security/ avsec), maka proses pemeriksaan diselesaikan secara teliti, tepat dan benar dan hasilnya tidak ditemukanbarang bukti berupa bom maupun benda yang mencurigakan yang berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.

Buntutnya pesawat baru diterbangkan pukul 15:54 yang semula pukul 13:35 dan tiba di Cengkareng pukul 17:22 WIB.

Sedangkan penumpang DB atas sikapnya itu, sesuai prosedur diturunkan (offload) berikut bagasi dan barang bawaannya menyerahkan DB ke avsec airlines, avsec Angkasa Pura II cabang Pekanbaru, otoritas bandar udara serta pihak berwenang untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut.

β€œIni untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan menurut standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures),” tutur Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air. (dwi/b)