Thursday, 19 July 2018

Ini Kisah Tragis Karyawati Pabrik di Cikarang

Rabu, 16 Mei 2018 — 20:05 WIB
Wati yang mengenakan rompi tahanan orange pelaku pembuang bayi alias anaknya.(lina)

Wati yang mengenakan rompi tahanan orange pelaku pembuang bayi alias anaknya.(lina)

BEKASI – Lemah habis melahirkan seorang diri di kontrakan, akhirnya Watinih alias Wati, 20, tidak bisa menyusui bayinya sehingga akhirnya meninggal.

Selain itu ASI Wati juga tak mau keluar . Bahkan usai melahirkan akibat kondisi yang lemah, Wati tertidur pulas .

Peritiwa tragis ini terjadi di kontrakannya di kampung Cibeureum Desa Mekar Mukti Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (22/4/2018). Dan pada pagi hari Senin (23/4) Wati terbangun mendapati anaknya tidak bernyawa lagi.

“Kasus ini adalah penelantaran bayi. Kronolgynya setelah melahirkan kondisi Wati ngedrop dan tertidur. Air susunya tak keluar. Bayi pun tak mendapatkan asupan. Lalu keesokkannya dia mendapati bayinya tak bernyawa lagi,” kata Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Candra Sukma Kumara di Mapolrestro Bekasi Kamis (15/5)

Karena melihat anaknya tak bernyawa, pelaku panik lalu membungkus bayinya dengan kaos lengan panjang dan memasukkan bayinya ke plastik. Karena situasi masih sepi pukul 05.30 WIB waktu itu , Wati membuangnya ke saluran got di belakang kontrakan sejauh 50 meter.

Selain itu Wati juga malu karena bayi itu hasil hubungan gelap karwati pabrik ini dengan pacarnya S yang juga suami orang lain.

“Pacar saya ga mengakui anaknya. Dia kabur tak lagi kabarnya. Saya malu menceritakan kejadian ini,”jelas Wati.

Wati dikenakan pasal 77 huruf B UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Itulah kisah tragis seorang buruh pabrik. Kini dia harus meringkuk di sel tahanan polisi. Padahal dia juga jadi korban lelaki tak bertanggung jawab. (lina/b)