Tuesday, 25 September 2018

Ini Kronologis OTT Bupati Bengkulu Selatan dengan Istri

Rabu, 16 Mei 2018 — 23:14 WIB
Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, digiring ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah terjaring OTT. (cw6)

Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, digiring ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah terjaring OTT. (cw6)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, Hendrati (istri Dirwan), Kasie Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Nursilawati (keponakan Dirwan), dan pihak swasta atau kontraktor yaitu Juhari. Mereka pun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dirwan diduga menerima suap dari Juhari sebesar Rp 98 juta. Suap yang diberikan kepada Ketua DPW Partai Perindo Bengkulu itu terkait dengan lima proyek infrastruktur berupa jalan dan jembatan.

“Suap itu merupakan bagian dari 15% komitmen fee yang disepakati sebagai setoran kepada Bupati yang dijanjikan di Pemkab Bengkulu Setalan senilai Rp 750 juta (komitmen fee sebesar Rp 112,5 juta,” ucap Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2018).

Dalam OTT ini, KPK mengamankan barang bukti berupa uang Rp 85 juta dan bukti transfer Rp 15 juta. Tak hanya itu, KPK juga menyita dokumen terkait Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan skema penunjukkan langsung.

KPK melakukan OTT terhadap para tersangka pada Selasa (15/5/2018) kemarin di Bengkulu Selatan. Berikut kronologisnya.
Sekira pukul 16.20 WIB diduga terjadi penyerahan uang dari Juhari kepada Nursilawati untuk diserahkan kepada Hendrati di rumah pribadinya, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Menuju ke Rumah Makan
Setelah penyerahan, Juhari menuju ke sebuah rumah makan di daerah Manna dan diamankan tim KPK sekira pukul 17.00 WIB. Tim kemudian membawa Juhari kembali ke rumah Hendrati.
KPK Tangkap Nursilawati di rumah kerabatnya
Nursilawati setelah meninggalkan rumah Hendrati pergi menuju rumah kerabatnya di daerah Manna. Secara pararel, tim KPK lainnya mengamankan Nursilawati sekira pukul 17.15 WIB. Nursilawati juga dibawa kembali ke rumah Hendrati.
Amankan Barang Bukti Uang
Setelah kedua tim tiba di rumah Hendrati, tim mengamankan uang Rp 75 juta dari tangan Nursilawati serta bukti transfer sebesar Rp 15 juta.
Nursilawati dibawa ke rumah pribadi
Tim KPK membawa Nursilawati ke rumah pribadinya di Kecamatan Manna dan mengamankan uang lainnya sebesar sekitar Rp 10 juta.
Dibawa ke Polda Bengkulu
Tim kemudian mengamankan dan membawa Hendrati, Dirwan, Juhari, dan Nursilawati ke Polda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan awal.
Dibawa ke KPK
Hari ini, Rabu (16/5/2018) pukul 09.30 WIB, keempatnya dibawa ke KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka pun sampai di KPK sekira pukul 12.15 WIB.
Sekedar informasi, Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, Hendrati (istri Dirwan), Kasie Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Nursilawati (keponakan Dirwan), dan pihak swasta atau kontraktor yaitu Juhari

terlibat korupsi pengerjaan proyek infrastruktur di wilayah Bengkulu Selatan dengan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 85 juta dan bukti transfer senilai Rp 15 juta.
Dirwan, Hendrati dan Nursilawati diduga menerima suap dan disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pada 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sementara itu, Juhari yang memberi suap disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001. (CW6/b)