Tuesday, 14 August 2018

Korea Utara Ancam Batalkan KTT dengan Donald Trump

Rabu, 16 Mei 2018 — 17:52 WIB
Pertemuan dengan Kim Jong-un (kiri) akan berlangsung di Singapura, kata Donald Trump (kanan).

Pertemuan dengan Kim Jong-un (kiri) akan berlangsung di Singapura, kata Donald Trump (kanan).

KOREA UTARA mengancam untuk menarik diri dari pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump jika Amerika bersikeras secara sepihak mengharuskan Korut menghentikan program senjata nuklir mereka.

Pertemuan yang sangat ditunggu-tunggu antara Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni mendatang di Singapura.

Namun dalam pernyataan yang penuh kemarahan, wakil menteri luar negeri Korea Utara menuduh AS terus melontarkan pernyataan sembrono dan memiliki niat busuk.

Dia mengarahkan telunjuk pada Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton. “Kami tidak menyembunyikan perasaan muak kami terhadapnya,” kata Kim Kye-gwan.

Kesepakatan tentang KTT Kim dan Trump merupakan terobosan besar sesudah berbulan-bulan retorika prang antara kedua belah pihak.

Rencana KTT itu didahului oleh peristiwa bersejarah lainnya, KTT dua pemimpin Korea, Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Panmunjom, 27 April lalu.

Dalam KTT itu Korea Utara mengatakan itu berkomitmen pada denuklirisasi semenanjung Korea.

Apa sebenarnya yang dimaksud denuklirisasi itu masih belum jelas, tetapi Korea Utara telah mengundang media asing untuk menyaksikan pembongkaran situs utama uji coba nuklir mereka akhir bulan ini.

Menurut wartawan BBC Laura Bicker di Seoul, Korea Utara – yang sejak awal mengatakan bahwa persenjataan nuklir sangat penting bagi kelangsungan hidup negeri itu – sekarang sudah membrikan kejelasan.

Apa pernyataan Korea Utara?

Dalam pernyataan Kim Kye-gwan yang dipublikasikan media pemerintah, disebutkan bahwa jika AS “memojokkan kami dan secara sepihak menuntut kami menghentikan persenjataaan nuklir, kami tidak akan lagi berminat pada perundingan” dan “akan harus mempertimbangkan kembali” kehadiran dalam KTT 12 Juni.

Dia mengatakan Korea Utara memang menaruh “harapan besar” tetapi “sangat disayangkan bahwa AS memprovokasi kami menjelang KTT dengan melontarkan pernyataan-pernyataan yang konyol”.
Kim Kye-gwan adalah tokoh yang sangat dihormati di Korea Utara dan terlibat dalam negosiasi dengan AS sebelumnya. Sangat kecil kemungkinan bahwa pernyataan ini tak mendapat dukungan pribadi dari Kim Jong-un.

Beberapa jam sebelum pernyataan itu, Korea Utara juga menarik diri dari pertemuan dengan Korea Selatan yang sedianya berlangsung hari Rabu (16/5) ini.

Penarikan diri ini merupakan reaksi mereka terhadap dimulainya latihan militer bersama AS-Korea Selatan.

Korea Utara sebelumnya mempersilakan latihan itu berlangsung sebagaimana rencana, tetapi kemudian menyebutnya sebagai “kegaduhan militer yang provokatif” yang merusak upaya-upaya diplomatik. (BBC)