Tuesday, 14 August 2018

MMS Edukasi Masyarakat Serang Lewat Workshop Pengelolaan Sampah

Rabu, 16 Mei 2018 — 8:37 WIB
MMS bersama masyarakat bersihkan sampah plastik. (ist)

MMS bersama masyarakat bersihkan sampah plastik. (ist)

SERANG – Berkaitan dengan Hari Bumi 2018, PT Marga Mandalasakti (MMS) bekerjasama  dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten dan Kabupaten Serang,  mengadakan penyuluhan pengelolaan sampah, di Tol Tangerang Merak KM 81 Desa Pegadingan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

MMS mengedukasi masyarakat, cara memilah dan mengolah sampah berdasarkan jenisnya melalui workshop pengelolaan sampah anorganik yang dihadiri oleh 50 peserta dari Desa Pegadingan, Desa Pelamunan dan Desa Kramatwatu, pada Selasa (15/5/2018).

Dalam penyuluhan tersebut disampaikan juga mengenai bahaya polusi yang ditimbulkan oleh sampah plastik. “Kami melihat masyarakat yang berada di sepanjang Tol Tangerang Merak masih belum peduli terhadap lingkungan sekitar. Ini terlihat masih banyak tumpukan sampah yang bisa berakibat menimbulkan penyakit,” ungkap Manajer Departemen Environment, Social dan Responsibility PT MMS, Rury Purwanboko.

Dalam upaya memanfaatkan limbah plastik ini, MMS menggandeng kelompok pengrajin ‘ yang telah bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan ASTRA Michael D. Ruslim (YPA MDR), dalam mendaur ulang sampah menjadi barang-barang yang bermanfaat serta berdaya guna dan bernilai ekonomis.

“Dari kegiatan ini diharapkan masyarakat melihat bahwa sampah plastik yang dihasilkan ternyata dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kreasi yang bermanfaat dan mempunyai nilai jual,” tambah Rury.

Selain melakukan penyuluhan, MMS bersama masyarakat Desa Pegadingan, Desa Kramatwatu, Desa Pelamunan serta Pemuda Karang Taruna melakukan penanaman pohon dan kerja bakti membersihkan sampah di right of way (ROW) KM 81 arah Jakarta Ruas Tol Tangerang-Merak.

“Ini salah satu komitmen kami dalam menjaga keindahan lingkungan. Saya berharap kegiatan ini mampu menstimulus warga sekitar untuk berkelanjutan menjaga lingkungan,” ungkap Rury.(haryono/mb)