Thursday, 24 May 2018

Polisi Ringkus Oknum LSM Pemicu Perusakan Mapolres Bayah

Rabu, 16 Mei 2018 — 10:08 WIB
Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) saat ekspose perusakan Mapolsek Bayah, rabu (16/5/2018). (haryono)

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) saat ekspose perusakan Mapolsek Bayah, rabu (16/5/2018). (haryono)

SERANG – Tim Reserse Mobil (Resmob) Polda Banten dan Satuan Reskrim Polres Lebak, kembali meringkus oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengaku anggota Satuan Intelkam yang berujung pada perusakan Markas Polres Bayah oleh sekelompok massa.

Tersangka Toh dan Sud, warga Desa/Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak ditangkap di dua lokasi. Tersangka Sud ditangkap saat bersembunyi di areal persawahan tak jauh dari rumahnys pada Senin (14/5/2018). Sedangkan tersangka Toh, disergap saat akan melarikan diri ke luar kota di Kampung Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Selasa (15/5/2015).

Tersangka Toh, yang diduga sebagai aktor intelektual penculikan bos bibit lobster (benur), terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan. Oknum LSM ini tersungkur, setelah timah panas menerjang bagian paha kanannya. Dari ketiga tersangka, diamankan satu unit Daihatsu Xenia, dua pucuk pistol airsoft gun peluru gotri, uang Rp23.550.000 serta dua telepon genggam.

“Salah satu tersangka kita lakukan tindakan tegas pada bagian kaki karena melakukan perlawanan saat dilakukan penyergapan. Masih ada dua tersangka lainnya yang masih kita kejar,” ungkap Kapolda Banten, Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat menggelar jumpa pers di Aula Mapolda Banten, Rabu (16/5/2018).

Dengan tertangkapnya tersangka Toh dan Sud, masih tersisa dua oknum LSM lainnya yang masih dalam pengejaran (DPO).  Tim Resmob dan Satuan Reskrim Polrels Lebak juga telah meringkus HE (40), warga Desa Cihara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Terkait pelaku pengrusakan, lanjut Kapolda, pihaknya telah mengamankan 16 warga, namun dari hasil pemeriksaan 13 diantaranya ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Ketigabelas ini memiliki peran masing-masing.

Kapolda juga menjelaskan markas Polsek Bayah sudah dapat difungsikan karena sudah diperbaiki secara gotong royong dengan masyarakat setempat.  “Kalau untuk kendaraan dinas yang dibakar, kami menunggu keputusan pengadilan,” tandasnya. (haryono)