Saturday, 26 May 2018

Puasa Jangan Berlebihan

Rabu, 16 Mei 2018 — 5:10 WIB
soss

MENUMPUK harta benda adalah sifat kebanyakan manusia. Disebut juga itu manusiawi. Lihat saja, banyak orang yang sudah kaya raya, tapi masih rakus menggasak uang negara. Korupsi, main banyak-banyakan meraup harta untuk ditumpuk?

“ Tapi, apa yang Ibu lakukan halal, Pak?”ujar sang istri.

Betul, halal. Tapi, kalau kebanyakan kan jadi mubazir. Itu juga nggak boleh, ujar Bang Jalil dalam hati. Bayangkan saja, hampir semua bahan makanan diborong oleh sang sitri. Beras, lauk pauk, gula,kopi , tepung terigu, daging termasuk sayur mayur. “Itu semua buat persiapan buka dan sahur, Pak. Supaya kita nggak repot, semua sudah tersedia,” ujarnya.

“Betul, tapi kayak mau hajatan. Kan kalau cuma buat buka kita berdua masa harus belanja sebegitu banyak?” kata sang suami.

“Ini nggak seberapa Pak, Tuh, Bapak lihat tetangga sebelah, belanjaannya satu mobil!” ujar sang istri, membela diri.

“Jangan suka ikutan orang lain. Mungkin mereka memang kebutuhannya banyak, atau juga serakah. Nah, kita nggak boleh ikut-ikutan serakah! “ ujar Bang Jalil dalam hati. Maklum kalau dia menjawab pasti bisa panjang pendek suara sang istri.

“Udah Bapak tenang aja, nanti buat buka puasa Ibu buatkan kopi, teh manis, sirop, jus buah, kolek biji salak, pecel, tahu isi, tempe tepung, bakwan, lontong isi! Lengkap kan?” ujar sang istri menghitung menu buka puasa.

Bang Jalil tersenyum. Perut siapa yang mau menampung sebegitu banyak makanan? Hemm, orang buka puasa mah cukup segelas teh manis panas, kurma satu biji, udah kenyang!

“Kebiasaan kita kalau belum makan nasi sepiring, belum kenyang!” kata sang istri sambil sibuk menata belanjaannya. -massoes