Thursday, 18 October 2018

Tiga Anak Dedy Terduga Teroris Putus Sekolah

Rabu, 16 Mei 2018 — 17:37 WIB
Ketua RT 04/ RW 01, Didi Kurniawan

Ketua RT 04/ RW 01, Didi Kurniawan

SURABAYA – Tiga anak terduga teroris, Dedy Sulistianto, 45, yang tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Jalan Sikatan IV, Manukan Wetan Tandes, Surabaya Barat, Jawa Timur, Selasa (15/5/2018) diketahui putus sekolah. Masalah ekonomi ditenggarai menjadi pemicu keluarga ini terlibat teroris.

“Setelah Dedy tidak lagi bekerja di bengkel di Pelabuhan Tanjung Perak.Ketiga anaknya sudah hampir setahun putus sekolah,” ungkap Ketua RT 04/ RW 01, Didi Kurniawan, 41, saat ditemui poskotanews.com, Rabu (16/5).

Menurut Didi, terduga teroris Dedy merupakan warga yang kurang bergaul. Dedy relatif tidak pernah keluar rumah. Berbeda dengan istrinya Suyanti, 34, yang memang bergaul dengan warga lainnya.

Termasuk tidak aktif dalam kegiatan warga maupun musala dan mesjid di wilayahnya. “Pak Dedy itu keluar paling ke pasar setelah pulang ya tidak pernah keluar atau bergaul dengan warga lain,” tandas Didi.

Lebih lanjut Didi mengaku terakhir berbincang dengan Dedy sekitar setahun lalu. Saat terduga teroris tersebut masih bekerja di bengkel.

Kendati demikian, Didi mengaku tidak menaruh curi terhadap warganya tersebut. Pasalnya mulai dari penampilan dan gerak-geriknya Dedy dan keluarga tidak menunjukkan hal-hal aneh. Selain itu keluarga Dedy juga tidak pernah terlihat menerima tamu di rumah kos yang dihuninya.

Seperti diberitakan , Dedy Sulistianto ditembak mati Densus 88 dalam penggerebekan yang dilakukan Selasa (15/5) malam.

Di rumah kos itu Dedy tinggal bersama istrinya Suyanti dan ketiga anaknya yakni

Diva Nurhaliza Sulistianto, Azahra Istigfari Syafana Putri dan Haikal Al Azam. Sebelumya Dedi juga diketahui sempat bekerja sebagai pegawai di Pelabuhan Tanjung Perak.(guruh/b)