Saturday, 26 May 2018

Usir Dubes Israel, Turki Serukan Pertamuan Darurat Negara-negara Islam

Rabu, 16 Mei 2018 — 9:04 WIB
Presiden Recep Tayyip Erdogan (reuters)

Presiden Recep Tayyip Erdogan (reuters)

PALESTINA – Turki mengambil tindakan tegas, setelah bentrok terjadi di jalur Gaza dan 60 warga Palestina tewas di tangan pasukan Israel, dalam protes pemindahan Kedutaan besar Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem. Pemerintahan Erdogan mengusir Duta Besar Israel untuk Ankara, Eitan Naeh.

Ankara juga memanggil pulang dubesnya, dan menyerukan pertemuan darurat negara-negara Islam pada Jumat mendatang.

Presiden Tayyip Erdogan, menyebut bentrokan yang terjadi di jalur Gaza sejak Senin (14/5/2018) hingga Selasa (15/5/2018) merupakan tragedi mematikan sejak konflik Gaza 2014.

“Duta Besar Israel diberitahu bahwa duta kami untuk Israel dipanggil pulang untuk konsultasi, dan dia diberitahu bahwa akan lebih baik baginya untuk kembali ke negaranya untuk beberapa waktu,” kata seorang sumber Kementerian Luar Negeri Turki, yang dikutip Reuters.

Ia pun mengecam AS atas tindakan pemindahan kedubesnya, yang dianggap sebagai aksi ilegal.

“Darah orang-orang Palestina yang tidak bersalah ada di tangan Amerika Serikat,” katanya. “Amerika Serikat adalah bagian dari masalah, bukan solusi.”

Turki memang menjadi negara yang paling vokal menentang kebijakan – kebijakan AS berkaitan dengan Palestina. Ia bahkan menyebut Israel mencoba melakukan genosida terhadap Palestina. (embun)