Thursday, 16 August 2018

Asal Takjil Gratis di Istiqlal: dari Rumah Makan sampai Koperasi

Kamis, 17 Mei 2018 — 15:10 WIB
Koperasi Masjid Istiqlal bersama petugas lainnya tengah menyiapkan makanan takjil.(ikbal)

Koperasi Masjid Istiqlal bersama petugas lainnya tengah menyiapkan makanan takjil.(ikbal)

JAKARTA – Setiap hari selama bulan Ramadhan, Masjid Istiqlal selalu menyediakan takjil bagi jemaah masjid berbuka puasa. Kepala Protokol Masjid Istiqlal, Ustad Abu Hurairah, mengatakan program takjil tersebut merupakan bagian dati nilai esensi dari Ramadhan yakni saling berbagi.

Ustad Abu menjelaskan Masjid Istiqlal menyediakan takjil lebih kurang  3000 nasi kotak. Jumlah tersebut bertambah hingga sekitar 5000 nasi kotak di akhir pekan.

“Kalau akhir pekan malah banyak jemaah yang hadir. Satu hari kita sediakan 3000 nasi kotak. Di akhir pekan sampai 5000 nasi kotak. Itu juga  kurang biasanya,” katanya kepada poskotanews.com saat ditemui di komplek Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018).

(Baca: Masjid Istiqlal Siapkan 3.500 Takjil Gratis)

 

Dia menambakan menu yang disajikan setiap harinya berbeda. Variasi menu diantaranya lauk ikan, ayam daging dan lauk pendukungnya. Dalam satu kotak nasi juga ada kurma dan air mineral untuk sekadar membatalkan puasa.

Mantan pejabat humas Istiqlal itu menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengelola masjid bekerjasama dengan Koperasi Masjid Istiqlal dan perusahaan catering atau rumah makan sekitar masjid.

“Karena disiapkan banyak, sampai 3.000 kami menunjuk beberapa rumah makan. Salah satunya punya punya Istiqlal, Koperasi Masjid Istiqlal. Tahun ini menyediakan sekitar 700 kotak. Pokoknya satu rumah makan tidak boleh membuat nasi diatas seribu,” imbuhnya.

Ustad Abu menjelaskan anggaran untuk menyediakan takjil secara keseluruhan didapatkan dari sumbangan masyarakat. Dia menyebut masyarakat baik perorangan, lembaga, komunitas hingga perusahaan dapat menyalurkan sumbangannya ke Masjid Istiqlal.

“Masyarakat silakan yang mau ikut sumbang bisa langsung atau melalui transaksi transfer. Bisa berupa uang dan barang. Jadi ini dari masyarakat untuk masyarakat,” tuntasnya. (ikbal/yp)