Saturday, 26 May 2018

Bupati Bengkulu Selatan, Istri dan Keponakan Resmi ditahan KPK

Kamis, 17 Mei 2018 — 9:34 WIB
Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, digiring ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah terjaring OTT. (cw6)

Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, digiring ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah terjaring OTT. (cw6)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud dan istrinya, Hendrati. Selain mereka lembaga antirasuah juga menahan Kepala Seksi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan yang juga keponakan bupati, Nursilawati, dan seorang kontraktor, Juhari.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, penahanan dilakukan usai keempat orang itu ditetapkan tersangka dan menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2018). Penahanan dilakukan di tiga rumah tahanan negara (Rutan) berbeda.

“DIM (Dirwan Mahmud), Bupati di rutang cabang KPK yang berada di C1 (gedung lama KPK); JUR (Juhari), swasta di Rutan cabang KPK yang berada di belakang gedung merah putih (gedung baru KPK); HEN (Hendrati) dan NUR (Nursilawati) di Rutan Polres Jaksel,” ujar Febri saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (17/5/2018).

Febri mengatakan, Dirwan bersama dua anggota keluarganya dan kontraktor itu diduga menerima suap sebagai bagian dari komitmen fee 15 persen dari lima proyek di Bengkulu Selatan, yaitu:

  1. Proyek normalisasi/ pengerasan Telago Dalam menuju Cinto Mandi
  2. Proyek peningkatan jalan Desa Tanggo Raso (arah jembatan dua) Kecamatan Pino Raya
  3. Proyek jalan Rabat Beton Desa Napal melintang Kecamatan Pino Raya
  4. Proyek jalan Rebat Beton Desa Pasar Pino (Padang Lakaran) Kecamatan Pino Raya
  5. Proyek rehab Jembatan Gantung Desa Telaga Dalam Kecamatan Pino Raya

Suap diterima Dirwan dan keluarganya dari Juhari sebesar Rp98 juta. “Suap itu merupakan bagian dari 15 persen komitmen fee yang disepakati sebagai setoran kepada Bupati yang dijanjikan di Pemkab Bengkulu Setalan senilai Rp750 juta (komitmen fee sebesar Rp112,5 juta,” paparnya.

(BacaBupati Bengkulu Selatan dan Istri Resmi jadi Tersangka)

Sebagai penerima, Dirwan, Hendrati dan Nursilawati disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.

(BacaIni Kronologis OTT Bupati Bengkulu Selatan dengan Istri)

Sementara sebagai pemberi, Juhari disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. (ys)