Thursday, 24 May 2018

Hadapi Teroris, Moeldoko Hidupkan Koopssusgab

Kamis, 17 Mei 2018 — 20:37 WIB
Jenderal (Purn) Moeldoko

Jenderal (Purn) Moeldoko

JAKARTA – Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI dibentuk.  Koopssusgab yang sudah disetujui Presiden Joko Widodo itu anggotanya berasal dari pasukan-pasukan elit TNI dari tiga matra. Dari Kopasus (TNI AD), Denjaka (TNI AL) dan Denbravo (TNI AU).

Tim ini akan bekerjasama dengan Densus 88 Polri menghadapi teroris yang belakangan ini merajalela di tanah air. Menkopolhukam Wiranto tutup mulut soal kinerja tim gabungan dari pasukan elit tersebut.

Namanya pasukan elit, tentu saja jumlahnya tidak banyak. Mereka akan diambil dari personel terbaik di tim elit masing-masing satuan TNI. “Intinya 60 orang. Tapi semua kekuatannya 90 orang. Posisinya standby di Sentul dengan status operasi,” kata Moeldoko yang kini menjabat sebagai kepala staf kepresidenan.

Anggota Koopssusgab akan siaga di wilayah Sentul dengan berlatih dan belajar. Tapi karena berstatus operasi, bisa setiap saat diterjunkan dalam proses penanggulangan antiteror. “Mereka posisinya status operasi dalam hitungan detik bisa digerakkan,” ucapnya.

Cikal bakal dari Koopssusgab ini memang ada di saat Moeldoko jadi Panglima TNI. Saat Moeldoko pensiun pasukan ini tidak terdengar kelanjutannya. Kini saat Moeldoko menjabat sebagai kepala staf kepresidenan, tim elit dari TNI diefektifkan lagi.(us)