Monday, 24 September 2018

Ini Kesan Jokowi dari Tarawih di Istiqlal

Kamis, 17 Mei 2018 — 12:23 WIB
Presiden Jokowi usai shalat tarawih di Masjid Istiqlal, berbincang dengan Imam Besar Prof Nazarrudin Umar, tampak pula Menag Lukam Hakim Syaifudin.

Presiden Jokowi usai shalat tarawih di Masjid Istiqlal, berbincang dengan Imam Besar Prof Nazarrudin Umar, tampak pula Menag Lukam Hakim Syaifudin.

JAKARTA – Mengawali bulan Ramadhan, Presiden Jokowi telah menjalankan ibadah shalat tarawih di Masjid Istiqlal bersama para menteri dan masyarakat luas. Dalam kesempatan itu, Jokowi ikut mendengarkan ceramah singkat dari Imam Besar Prof. Dr. Nasaruddin Umar.

Jokowi sangat terkesan dengan isi ceramah sang profesor yang juga sering muncul di layar televisi itu. Kesan Jokowi itu dituangkan lewat cuitannya di akun twitter pribadinya.

“Tadi Sholat Tarawih pertama Ramadhan di Masjid Istiqlal. Ceramah Imam Besar Prof. Dr. Nasaruddin Umar bagus sekali, kita ambil hikmahnya untuk menjadi pelajaran bagi kita. Intinya beliau mengingatkan kita agar hati2 kemuliaan Ramadan jangan ditukar dengan kepentingan sesaat –Jkw,” begitu tulis Jokowi 12 jam lalu.

Sebelumnya, lewat akun twitter, Jokowi juga menyampaikan ucapan atas datangnya bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah/2018 Masehi.

“Marhaban yaa Ramadhan 1439 H. Puasa untuk mencapai derajat taqwa dan menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar -Jkw,” tulis Presiden di akun twitter @jokowi, Rabu (16/5).

Pada malam pertama bulan Ramadhan 1439H, Presiden Jokowi menunaikan salat Tarawih di Masjid Istiqlal Jakarta dengan didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja.

Ucapan Ramadhan Seskab

Sementara itu Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung juga turut menyampaikan ucapan menyambut bulan Ramadhan 1439H. “Saya Pramono Anung Wibowo, Sekretaris Kabinet mengucapkan kepada seluruh umat Muslim di Indonesia, selamat menyambut ibadah Ramadhan,” tutur Seskab saat menyampaikan ucapan di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, Seskab mengajak untuk menjalankan ibadah Puasa dengan penuh keyakinan dan kehangatan.

“Mari kita berpuasa dengan baik, kita saling menghargai, dan kita bertoleransi. Bagi yang tidak menjalankan ibadah puasa, puasa kita nikmati dengan penuh keyakinan, dan kita jalankan dengan penuh kehangatan,” ujar Seskab akhiri pernyataannya. (*/win)